Respons Raffi Ahmad dan Komut RANS Soal Tuduhan Cuci Uang

CNN Indonesia
Jumat, 10 Jul 2026 13:51 WIB
Raffi Ahmad hanya tersenyum lebar saat mendapat pertanyaan terkait tudingan PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) terlibat dalam praktik pencucian uang. (CNN Indonesia/ Endrapta Ibrahim).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pendiri PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) Raffi Ahmad hanya tersenyum lebar saat mendapat pertanyaan terkait tudingan RANS terlibat dalam praktik pencucian uang yang ramai di media sosial.

Momen itu terjadi dalam konferensi pers usai pencatatan perdana saham RANS di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (10/7).

Pertanyaan tersebut ditujukan antara lain kepada Raffi Ahmad, Direktur Utama RANS Nagita Slavina, dan Komisaris Utama RANS Darwin Cyril Noerhadi.

Mendengar pertanyaan itu, Raffi tampak tersenyum lebar sambil menoleh ke arah Darwin. Nagita yang duduk di sampingnya juga ikut tersenyum tipis.

Darwin kemudian merespons pertanyaan tersebut. Ia menegaskan isu pencucian uang yang beredar hanyalah rumor dan bukan berdasarkan fakta.

"Jadi kalau mungkin tadi masalah pencucian uang, itu mungkin lebih kepada rumours yang ada, daripada faktanya yang ada. Mungkin itu jawaban dari saya," ujar Darwin.

Darwin kemudian menjelaskan bagaimana proses pencatatan saham RANS di BEI telah memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku.

Ketentuan itu seperti batas minimal saham beredar di publik (free float) sebesar 15 persen dan ambang batas pelaporan kepemilikan saham menjadi 1 persen.

"Dua syarat itu yang kemudian otoritas di pasar modal membuat perubahan. Perubahan itu yang sekarang dalam proses dan berlangsung dan RANS memenuhi syarat tersebut," ujar Darwin.

Darwin mengatakan seluruh proses penawaran umum perdana saham (IPO) telah melalui pemeriksaan sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia.

Darwin menjelaskan proses IPO mewajibkan perusahaan membuka berbagai informasi yang berkaitan dengan aspek hukum, akuntansi, hingga keterbukaan informasi kepada publik.

Ia menjelaskan seluruh transaksi perusahaan didukung dokumen hukum, akta notaris, serta laporan pembukuan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Darwin juga menyinggung masuknya Managing Director Emtek Group sekaligus CEO Emtek Media (SCMA) & Vidio Sutanto Hartono sebagai investor di RANS.

Menurut dia, investasi tersebut menjadi salah satu bukti bahwa valuasi RANS terus tumbuh.

"Saat dimana tadi Pak Tanto katakan Emtek masuk Rp248 miliar sejumlah katanya hampir 17-18 persen, valuasi saat itu saja sudah Rp1,3 triliun. Jadi dengan sekarang, pada saat itu sekitar segitu, sekarang dengan pertumbuhan 10 persen, itu kurang lebih bisa Rp2 triliun lebih. Which is, itu yang terjadi," ujar Darwin.

Darwin mengatakan pencatatan saham di BEI menjadi momentum bagi RANS untuk menunjukkan kondisi perusahaan secara terbuka kepada publik.

"Makanya saya rasa IPO-nya RANS itu penting untuk menyampaikan apa yang terjadi di emiten ini secara fakta yang ada, mengikuti ketentuan baik dari otoritas jasa keuangan dan Bursa Efek Indonesia," ujar Darwin.

Sementara itu, Nagita Slavina mengatakan penjelasan mengenai isu tersebut memang lebih tepat disampaikan oleh komisaris utama agar lebih objektif.

"Saya rasa kalau itu datangnya dari saya dan Raffi mungkin rasanya kurang elok. Tapi kalau itu, kurang objektif. Tapi rasanya kalau dari Pak Cyril harusnya lebih membuka mata sebenarnya apa yang terjadi. Terima kasih Pak," ujar Nagita.

(dhz/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK