RI Buka Peluang Ekspor Telur Ayam ke Singapura Buntut Harga Anjlok

CNN Indonesia
Senin, 13 Jul 2026 12:28 WIB
Langkah ekspor disiapkan untuk memperluas pasar dan membantu menyerap produksi di sentra-sentra peternakan saat harga telur ayam terus jatuh. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Perdagangan (Kemendag) membuka peluang ekspor telur ayam ras ke Singapura di tengah anjloknya harga telur di tingkat peternak dalam negeri.

Langkah itu disiapkan untuk memperluas pasar sekaligus membantu menyerap produksi dari sentra-sentra peternakan. Upaya tersebut dilakukan saat harga telur ayam ras terus melemah.

Berdasarkan data SP2KP Kemendag, hingga minggu kedua Juli 2026 rata-rata harga telur ayam ras nasional berada di Rp29.201 per kilogram (kg), atau sudah di bawah harga acuan penjualan (HAP) konsumen sebesar Rp30 ribu per kg. Secara umum, harga telur juga turun 3,34 persen dibandingkan Juni 2026.

Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Kemendag Nawandaru Dwi Putra mengatakan pemerintah sebelumnya telah menjajaki peluang pemasaran telur ayam ras ke sejumlah negara ASEAN.

"Saat ini memang ada potensi untuk komoditas telur ayam ras ini bisa terbuka untuk kita ekspor ke Singapura. Namun tantangannya memang terkait dengan kesiapan dan juga pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh negara-negara tujuan," kata Nawandaru dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026, Senin (13/7).

Selain Singapura, Kemendag juga telah mengupayakan pembukaan akses pasar ke Vietnam, Filipina, Thailand, dan Malaysia. Menurut Nawandaru, perwakilan perdagangan Indonesia di kawasan ASEAN telah menyampaikan adanya peluang ekspor yang bisa dimanfaatkan.

Namun, ia mengatakan peluang tersebut baru dapat direalisasikan apabila peternak dalam negeri mampu memenuhi berbagai persyaratan yang ditetapkan negara tujuan, mulai dari standar produksi hingga ketentuan keamanan pangan.

Karena itu, Kemendag berharap kementerian dan lembaga terkait dapat mendampingi para peternak agar memenuhi standar tersebut sehingga akses pasar ekspor benar-benar bisa dimanfaatkan.

"Kami berharap peternak-peternak di dalam negeri bisa memenuhi ketentuan yang diajukan negara-negara tersebut sehingga pada akhirnya bisa membantu membuka akses pasar dan memasarkan telur ayam ras ke negara-negara ASEAN," ujarnya.

Di sisi lain, Kemendag juga berupaya mengatasi anjloknya harga telur melalui pemerataan distribusi di dalam negeri. Nawandaru mengatakan pihaknya siap menjembatani kerja sama antara daerah sentra produksi dengan wilayah yang harga telur masih berada di atas harga acuan.

"Kami berusaha menjembatani untuk meningkatkan akses pemasaran bagi peternak mandiri di wilayah-wilayah sentra produksi telur ayam ras. Kami coba jembatani dengan wilayah-wilayah yang saat ini tercatat harga telur masih di atas harga acuan," katanya.

Menurut dia, langkah tersebut diharapkan dapat membantu menyerap pasokan dari sentra produksi sekaligus memperbaiki harga di tingkat peternak yang saat ini mengalami penurunan cukup signifikan.

Sementara itu, data pemerintah menunjukkan tren penurunan harga telur sudah terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia. Hingga minggu kedua Juli, sekitar 70 persen wilayah mengalami penurunan indeks perkembangan harga (IPH) telur ayam ras.

Meski demikian, masih terdapat sejumlah daerah yang mencatat harga relatif tinggi. Harga telur tertinggi tercatat di Kabupaten Intan Jaya dan Kabupaten Puncak Jaya, Papua, yang masing-masing mencapai Rp90 ribu per kg, disusul Kabupaten Mamberamo Tengah sebesar Rp88 ribu per kg.

(del/pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK