Zulhas: Banyak yang Salah Paham, Kopdes Dianggap Supermarket
Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan menyebut banyak pihak yang salah paham menganggap Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) seperti pasar swalayan (supermarket).
Pria yang akrab disapai Zulhas ini menyebut Kopdes Merah Putih merupakan entitas yang berbeda dengan supermarket.
"Kopdes itu yang salah paham banyak, dianggap seperti supermarket. Padahal koperasi itu, Kopdes itu adalah infrastruktur pemerintah, dua sebagai offtaker," ujar Zulhas di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (15/7).
Zulhas menjelaskan yang dimaksud dengan infrastruktur pemerintah adalah peran Kopdes Merah Putih menyalurkan barang bersubsidi dari pemerintah.
Ia menyebut sebagaimana yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu, Kopdes Merah Putih akan menyalurkan barang-barang subsidi ke masyarakat.
Kopdes Merah Putih juga berfungsi sebagai offtaker yang berkomitmen membeli dan menyerap hasil produksi dari produsen dalam jumlah yang besar.
"Kalau harga gabahnya di bawah standar yang kita tentukan, maka koperasi bisa takeover, bisa beli, gabah, jagung, dan lain-lain ya," ujar Zulhas.
Kopdes Merah Putih merupakan salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo-Gibran.
Dalam pidatonya di Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Jakarta, Minggu (12/7) lalu, Prabowo menyebut Kopdes Merah Putih berpotensi menggerakkan perekonomian rakyat hingga Rp223 triliun setiap tahun.
Ia mengatakan perputaran dana itu akan tetap berada di desa dan menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
Prabowo mengatakan pemerintah memproyeksikan Kopdes Merah Putih mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui berbagai layanan ekonomi yang terintegrasi.
"Kita proyeksikan KDMP (Kopdes Merah Putih) bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat. Sebesar Rp223 triliun tiap tahun akan beredar di desa-desa. Tidak keluar, akan beredar di desa-desa," ujar Prabowo.
(mnf/sfr)