Pos Indonesia Pastikan Operasional Tetap Normal di Tengah Proses Audit

CNN Indonesia
Jumat, 24 Jul 2026 16:35 WIB
Pos Indonesia memastikan layanan kepada masyarakat tetap berjalan normal di tengah proses audit yang saat ini dilakukan oleh instansi berwenang. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Pos Indonesia (Persero) memastikan layanan kepada masyarakat tetap berjalan normal di tengah proses audit yang saat ini dilakukan oleh instansi atau lembaga negara berwenang.

Perusahaan juga menyatakan mendukung penuh audit tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas.

"PT Pos Indonesia mendukung sepenuhnya proses audit yang saat ini sedang dilaksanakan oleh instansi/lembaga negara yang berwenang sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance), transparansi, dan akuntabilitas," ujar Corporate Secretary Pos Indonesia Iwan Gunawan dalam keterangan resmi, Jumat (24/7).

Iwan mengatakan proses audit tak memengaruhi kegiatan operasional perusahaan. Seluruh layanan kepada pelanggan maupun kerja sama dengan mitra usaha tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Manajemen berkomitmen untuk tetap memprioritaskan pelayanan yang aman, andal, dan berkualitas kepada masyarakat.

"Kami memastikan bahwa seluruh kegiatan operasional perusahaan, pelayanan kepada pelanggan, dan kerja sama dengan seluruh mitra usaha tetap berjalan sebagaimana mestinya," ujarnya.

Pos Indonesia juga menyatakan terus melanjutkan berbagai program transformasi dan penguatan kinerja di bawah pendampingan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia dan Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN).

Langkah tersebut juga dibarengi dengan penguatan sistem pengendalian internal sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola perusahaan.

Sebelumnya, pembenahan Pos Indonesia menjadi salah satu agenda yang dikawal BP BUMN bersama Danantara.

Langkah itu dilakukan setelah manajemen baru Pos Indonesia melaporkan hasil audit yang mencatat adanya penyesuaian pembukuan periode 2023, 2024, dan 2025 senilai Rp9 triliun sebagai bagian dari proses pembersihan dan pemulihan catatan keuangan perusahaan.

Untuk mengawal proses tersebut, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria menggelar pertemuan dengan Direktur Utama Pos Indonesia Iskandar Kunaefi pada Rabu (22/7).

Pertemuan itu membahas percepatan transformasi perusahaan melalui pembenahan menyeluruh, mulai dari tata kelola, kondisi keuangan, hingga model bisnis.

"Transformasi yang kita lakukan di sini bukan transformasi yang setengah-setengah. Kita tidak ingin sesuatu yang artifisial atau dipoles-poles. Proses ini kita lakukan untuk menjadikan perusahaan-perusahaan BUMN tangguh ke depannya," ujar Dony melansir Instagram resmi BP BUMN.

Selain restrukturisasi, pembenahan juga difokuskan pada penataan keuangan untuk menekan beban biaya perusahaan. Upaya tersebut dilakukan melalui evaluasi struktur pendapatan, komponen biaya, serta penerapan model bisnis yang dinilai lebih efektif dan berkelanjutan, termasuk melalui sinergi antarbadan usaha untuk mempercepat penurunan utang.

"Kalau bisnis intinya masih negatif terus, enggak ada gunanya. Fokus dulu membuat ini positif dan menurunkan cost. Jadi setiap inisiatif harus jelas targetnya, kapan selesainya, dan berapa hasilnya. Kita hanya akan mengontrol berdasarkan itu," kata Dony.

(lau/pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK