Entaskan Kemiskinan, Prabowo Buka Opsi Pangkas Anggaran Pertahanan

tim | CNN Indonesia
Jumat, 17 Jul 2026 18:13 WIB
Presiden Prabowo Subianto membuka opsi mengurangi anggaran pertahanan dan kepolisian apabila diperlukan untuk mendukung upaya pengentasan kemiskinan. (Tangkapan Layar Youtube Setpres).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Prabowo Subianto membuka opsi mengurangi anggaran pertahanan dan kepolisian apabila diperlukan untuk mendukung upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia.

Sang Kepala Negara mengatakan efisiensi anggaran akan terus dilakukan pemerintah. Menurutnya, penghematan belanja negara dapat diarahkan untuk menghapus kemiskinan dan kelaparan, termasuk kemiskinan ekstrem.

"Kita hilangkan kemiskinan dan kelaparan, apalagi kemiskinan ekstrem. Insyaallah, saudara-saudara, kita akan hemat anggaran. Kita akan bikin efisien. Bila perlu anggaran pertahanan, anggaran polisi kita kurangi untuk menghilangkan kemiskinan," ujar Prabowo dalam acara panen raya serentak di seluruh Indonesia di Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7).

Prabowo lantas menanyakan langsung kepada jajaran TNI dan Polri yang hadir apakah bersedia apabila anggaran institusinya dikurangi.

"Rela TNI? Rela polisi? Rela ya? Ikhlas? Kok ikhlas..." ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung proyeksi sejumlah lembaga internasional yang memperkirakan Indonesia akan menjadi salah satu negara dengan ekonomi terbesar di dunia pada beberapa dekade mendatang.

Ia menyebut berbagai proyeksi memperkirakan Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi terbesar keempat di dunia pada sekitar 2045 hingga 2050, berada di bawah China, Amerika Serikat (AS), dan India.

Menurut Prabowo, posisi tersebut akan menempatkan Indonesia di atas sejumlah negara maju seperti Jepang, Inggris, Prancis, dan Brasil. Karena itu, ia menilai pemerintah harus mulai menyiapkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak sekarang.

"Anak-anak yang sekarang umur 10 tahun, yang di SD, nanti umur 35 tahun, dia intinya bangsa Indonesia. Jadi kalau tidak urus anak-anak itu, dia bagaimana menjadi negara keempat terbesar di dunia," ujar Prabowo.

(del/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK