TAIPAN

Lukas Walton, Penyintas Kanker Jadi Miliarder Berharta Rp805,6 T

Intan Nirmala Sari | CNN Indonesia
Minggu, 19 Jul 2026 10:05 WIB
Melansir Forbes, per Sabtu (18/7) kekayaannya mencapai US$44,9 miliar atau setara Rp805,6 triliun (kurs Rp17.942). Ilustrasi (Alya Hendrahmi/CNNIndonesia).
Jakarta, CNN Indonesia --

Lukas Tyler Walton adalah miliarder yang jarang menjadi sorotan meskipun mewarisi kekayaan jaringan ritel raksasa global Walmart. Melansir Forbes, per Sabtu (18/7) kekayaannya mencapai US$44,9 miliar atau setara Rp805,6 triliun (kurs Rp17.942).

Dengan harta tersebut tersebut, Lukas masuk dalam jajaran orang terkaya di dunia urutan ke-42 menurut Forbes, sebagaimana dilansir pada Minggu (19/7).

Lukas mendadak menjadi salah satu miliarder termuda dunia setelah ayahnya, John T. Walton meninggal secara tragis dalam kecelakaan pesawat pada 2005. Lukas mewarisi sekitar sepertiga dari seluruh kekayaan ayahnya.

Meskipun memiliki kekayaan puluhan miliar dolar dan dinobatkan sebagai orang terkaya di negara bagian Illinois, ia sangat menjaga privasinya. Ia tidak menggunakan kekayaannya untuk gaya hidup glamor dan hampir tidak pernah tampil di media sosial atau melakukan wawancara publik yang tidak berkaitan dengan misi lingkungannya.

Cucu dari Sam Walton yang merupakan pendiri Walmart ini juga tidak begitu aktif mengurus bisnis ritel keluarganya. Lukas justru lebih dikenal sebagai sosok yang humanis, pejuang dan memiliki visi lingkungan yang kuat.

Lahir di San Diego, Amerika Serikat pada 19 September 1986, Lukas kecil tumbuh tidak seperti kebanyakan anak-anak lainnya. Pada usia tiga tahun, ia didiagnosis menderita kanker ginjal langka dan agresif, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber. 

Saat itu, Ibunya yakni Christy Walton memilih pengobatan alternatif untuk menyembuhkan Lukas kecil. Pengobatan alternatif yang ketat disertai diet makanan organik berbasis tanaman menjadi jalan untuk melengkapi perawatan medis Lukas saat ini.

Upaya tersebut berbuah manis, Lukas berhasil sembuh total dari penyakit mematikan tersebut. Pengalamannya berjuang melawan penyakit, kemudian membentuk pandangan Lukas tentang pentingnya makanan sehat, kelestarian lingkungan hingga kesehatan bumi.

Berawal dari ketertarikannya pada bumi, Lukas yang saat itu berkuliah di Colorado College, berinisiasi untuk merancang sendiri fokus studinya, yakni sebuah program interdisipliner yang menggabungkan sains lingkungan dan ekonomi. 

Jurusan mata kuliah itu kemudian dikenal sebagai Environmentally Sustainable Business alias Bisnis Berkelanjutan Lingkungan. Tak tanggung-tanggung, ia bahkan sempat pergi ke Islandia untuk mempelajari energi panas bumi (geothermal) dan efisiensi energi secara langsung.

Sisi menarik lainnya dari Lukas adalah dia meyakini bahwa cara terbaik menyelamatkan bumi adalah dengan menggunakan kekuatan pasar. Tak cukup hanya sekadar membagikan sumbangan amal biasa atau filantropi.

Pemikiran tersebut menginspirasi Lukas untuk mendirikan platform investasi berdampak, bernama Builders Vision. Lewat platform ini, ia menginvestasikan miliaran dolar untuk mendanai perusahaan startup dan teknologi ramah lingkungan di tiga sektor utama, yakni pangan dan pertanian berkelanjutan, kesehatan laut, dan energi bersih.

Ia percaya bahwa bisnis masa depan yang sukses adalah bisnis yang memiliki tujuan sosial dan ekologis yang jelas.

Punya Saham Chicago Bulls

Meskipun fokus utamanya adalah isu lingkungan dan pangan berkelanjutan, Lukas yang kini menetap di Chicago juga menunjukkan kecintaannya pada kota tersebut. Pada pertengahan 2026, Lukas bersama istrinya, Samantha membeli saham minoritas di klub bola basket legendaris Chicago Bulls serta stadion United Center.

Langkah ini semakin memperkuat komitmen investasinya untuk mendukung komunitas lokal tempat tinggalnya.

Perjalanan Lukas Walton menunjukkan bagaimana seseorang yang lahir dalam limpahan kekayaan memilih untuk memanfaatkan privilese tersebut untuk isu global yang krusial.

Alih-alih sibuk mengelola Walmart, ia mendedikasikan hidupnya untuk memastikan masa depan pangan, laut, dan energi bumi tetap lestari.



KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK