Zulhas Targetkan Pembangunan 35.872 Kopdes Merah Putih Rampung Agustus

CNN Indonesia
Senin, 20 Jul 2026 13:49 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas mengatakan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) akan menjalankan fungsi sebagai offtaker atau pembeli gabah petani apabila harga di tingkat petani jatuh di bawah harga p
Menko Pangan Zulhas mengatakan pembangunan 35.872 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) ditargetkan rampung pada Agustus tahun ini. (FOTO:CNN Indonesia/Dela Naufalia).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan pembangunan 35.872 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) ditargetkan rampung pada Agustus tahun ini.

Pemerintah juga tengah menyiapkan peraturan presiden (perpres) untuk mengatur operasional koperasi tersebut, termasuk penyaluran bantuan dan barang bersubsidi.

Zulhas mengatakan pembentukan puluhan ribu Kopdes Merah Putih kini telah memasuki tahap akhir. Setelah rampung, pemerintah akan melanjutkan penempatan sumber daya manusia (SDM) agar koperasi dapat segera beroperasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kopdes ini sudah hampir rampung sebanyak 35.872. Insya Allah di bulan Agustus bisa selesai, ini tahun ini. Jadi tahun ini kira-kira 35.872 itu yang kita selesaikan. Kita akan penempatan orang-orang dan tentu agar ini bisa berjalan dengan baik. Tahun depan akan kita rencanakan kembali," kata Zulhas dalam konferensi pers di Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Senin (20/7).

Ia menjelaskan Kopdes Merah Putih untuk sementara tidak dirancang sebagai toko serba ada, melainkan berfungsi sebagai infrastruktur pemerintah sekaligus offtaker atau pembeli hasil produksi masyarakat.

"Jadi jangan dibayangkan Kopdes itu supermarket seperti toko serba ada, bukan. Sementara dia adalah infrastruktur pemerintah dan juga sebagai offtaker," ujarnya.

[Gambas:Youtube]

Menurut Zulhas, pemerintah juga akan membentuk tim yang dipimpin Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kemenko Pangan Tatang Yuliono untuk menyelesaikan rancangan perpres operasional Kopdes Merah Putih.

Aturan tersebut akan menjadi inisiatif Kementerian Koperasi dan Kementerian Desa dengan target penyusunan selesai dalam waktu satu bulan.

"Sudah akan dibikin tim langsung dipimpin oleh Pak Tatang, Deputi Menko Pangan, untuk menyelesaikan perpres yang inisiatifnya nanti dari Menteri Koperasi (Ferry Juliantono) dan Menteri Desa (Yandri Susanto). Dikasih target satu bulan ini selesai sehingga yang lain-lainnya bisa kita kerjakan dengan baik," kata Zulhas.

Ia mengatakan pada tahap awal pemerintah akan memverifikasi dan memvalidasi Kopdes Merah Putih yang telah dibangun. Proses tersebut menjadi dasar pembayaran kepada PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), yang selanjutnya akan menyelesaikan kewajibannya kepada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Zulhas menambahkan pengembangan Kopdes Merah Putih dilakukan secara bertahap. Sebanyak 35.872 koperasi yang ditargetkan rampung pada Agustus hingga September akan menjadi tahap pertama sebelum pemerintah menyusun rencana lanjutan pada tahun depan.

"Memang ini bertahap karena enggak bisa sekaligus. Kita tahu ini baru akan selesai 35.872 pada bulan Agustus-September ini. Jadi itu dulu yang akan jalan, tahun depan kita rencanakan kembali," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri mengatakan pihaknya bersama 10 asosiasi pemerintah desa terus melakukan sosialisasi agar fungsi dan mekanisme Kopdes Merah Putih dipahami hingga tingkat desa.

Ia juga memastikan kehadiran Kopdes Merah Putih tidak akan menggeser peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Menurutnya, kedua lembaga tersebut akan saling melengkapi karena memiliki bidang usaha yang berbeda.

"BUMDes dengan Kopdes kerjasamanya bagus, kolaborasi. Tidak akan saling meniadakan dan tidak akan saling menjatuhkan, justru saling menguatkan," kata Yandri.

Selain itu, Yandri menegaskan Kopdes Merah Putih juga tidak akan mematikan usaha warung kelontong di desa. Ia mengatakan pemerintah akan mengatur mekanisme operasional koperasi agar penyaluran barang bersubsidi tetap berjalan tanpa mengganggu usaha masyarakat setempat.

"Yang barang bersubsidi saja yang diutamakan. Insya Allah tidak akan mematikan warung-warung kecil atau warung-warung kelontong yang ada di desa. Nanti akan diatur sedemikian rupa sehingga semuanya tetap hidup dan tetap kuat," ujarnya.

(del/ins) Add as a preferred
source on Google