Purbaya Kantongi Daerah dengan Keuangan Seret, Isyaratkan Kerek TKD

CNN Indonesia
Kamis, 23 Jul 2026 04:45 WIB
Indonesian Finance Minister Purbaya Yudhi Sadewa attends a monthly media briefing on the state budget at the Finance Ministry in Jakarta on June 5, 2026. (Photo by YASUYOSHI CHIBA / AFP)
Menkeu Purbaya mengungkap Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah mengidentifikasi sejumlah daerah yang mengalami kesulitan keuangan. (AFP/YASUYOSHI CHIBA).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah mengidentifikasi sejumlah daerah yang mengalami kesulitan keuangan.

Pemetaan tersebut dilakukan dengan melihat kondisi keuangan daerah, termasuk posisi uang pemerintah daerah di perbankan dan pemanfaatannya.

"Kita memang periksa daerah-daerah mana aja yang enggak punya duit. Kita lihat uang mereka di bank seperti apa, dipakai apa enggak," ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (21/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Purbaya mengatakan pemerintah juga telah merumuskan besaran tambahan Transfer ke Daerah (TKD) untuk sejumlah daerah yang dinilai membutuhkan dukungan fiskal.

Namun, ia belum dapat mengungkapkan besaran maupun daftar daerah yang akan menerima tambahan TKD tersebut.

Menurut Purbaya, rencana tersebut masih harus mendapatkan persetujuan Presiden Prabowo Subianto.

Kemenkeu juga perlu berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri untuk memastikan daerah yang diusulkan memang membutuhkan tambahan dana dari pemerintah pusat.

"Sekarang sih kita udah punya angka tertentu, tapi belum kita bisa umumkan karena saya mesti dapat izin dari Bapak Presiden dan juga komunikasi nanti dengan Kementerian Dalam Negeri betul enggak yang kita propose itu (nama-nama daerah). Belum bisa saya beritahu sekarang," ujar Purbaya.

Saat rapat antara Kemenkeu bersama Komisi XI DPR RI pada 15 Juli 2026, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pihaknya sedang memetakan kondisi keuangan daerah di seluruh Indonesia secara satu per satu.

Ia mengatakan pemerintah tengah memproses rencana penambahan TKD bagi daerah tertentu. Penyaluran tambahan akan dilakukan secara selektif.

"Kita berharap nanti ketika kita melakukan ini, celah fiskal dan yang lainnya tetap menjadi perhatian. Jadi, semoga kita bisa melakukan dengan baik," ujar Suahasil.

Pada tahun ini, jumlah alokasi TKD sebesar Rp692,99 triliun menurun sekitar 24 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu Rp 919,9 triliun.

[Gambas:Video CNN]

(dhz/sfr) Add as a preferred
source on Google