Nanik Bantah MBG Politis: Anak Balita sampai SD di 2029 Belum Nyoblos

CNN Indonesia
Rabu, 22 Jul 2026 12:18 WIB
Eks Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang bantah program Makan Bergizi Gratis (MBG) politis. Ia mengundurkan diri demi kesehatan, tetap awasi BGN. (FOTO:ANTARA/RENO ESNIR).
Jakarta, CNN Indonesia --

Eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang membantah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto bertujuan politis.

Hal tersebut ia sampaikan dalam status di akun Facebook Naniek Sudaryati Deyang pada Selasa (22/7), bersamaan dengan dirinya mengumumkan pengunduran diri sebagai kepala BGN.

Menurut Nanik, penerima manfaat MBG yang merupakan anak balita hingga sekolah dasar (SD) belum memiliki hak suara untuk mengikuti pemilu pada 2029. Ia menegaskan MBG merupakan program mulia untuk memperbaiki masa depan generasi Indonesia.

"Kalau untuk tujuan politis, yang sekarang mayoritas penerima manfaat kan anak-anak Balita sampai SD, tiga tahun lagi tahun 2029 mereka belum nyoblos. Jadi kalau ada yang bilang 82 juta penerima manfaat itu untuk Pemilu 2029 mohon diluruskan pemikiran itu agar kita bersama -sama bisa menerima program MBG sebagai program mulia untuk memperbaiki masa depan generasi kita," tulis Nanik.

Lihat Juga :

Ia mengklaim program MBG justru memberikan multiplier effect (efek ganda). Program ini sudah bisa menggerakkan ekonomi bawah atau ekonomi masyarakat.

"Terbukti kemarin 3 Minggu libur sekolah dan MBG libur, petani dan peternak mengeluh karena hasil pertanian dan peternakan mereka tidak terserap dan harganya jatuh. Demikian juga pedagang di pasar juga sampai harus membuang-buang sayur dan buahnya," kata Nanik.

Diketahui, Nanik mengumumkan pengunduran diri dari jabatannya sebagai kepala BGN, pagi (22/7) ini.

Ia mengungkap mundur terkait masalah kesehatan. Ia pun pamit kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan di luar negeri.

"Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui," terangnya.

Meski direstui mundur oleh Prabowo, Nanik mengaku diminta tetap ikut mengawasi BGN.

"Kemungkinan presiden akan membentuk dewan pengawas, di mana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya (kalau mencereweti kayaknya masih bisa, yang penting tidak berhubungan dengan pegang uang, sumpah trauma akut," tulisnya.

Presiden RI Prabowo Subianto melantik Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada 8 Juni 2026.

Nanik diangkat menjadi Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana yang sebelumnya telah dicopot Prabowo. Saat itu Dadan tersangkut dugaan korupsi MBG dan kini berstatus tersangka.

(fln/ins)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK