Kepala BGN Sudaryono Ungkap Arahan Prabowo: Selesaikan Persoalan!

CNN Indonesia
Rabu, 22 Jul 2026 20:20 WIB
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkapkan arahan Presiden Prabowo Subianto usai ditunjuk memimpin lembaga tersebut. (Youtube/Sekretariat Presiden).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkapkan arahan Presiden Prabowo Subianto usai ditunjuk memimpin lembaga tersebut.

Sudaryono mengatakan Prabowo memintanya berani menghadapi berbagai persoalan yang ada di BGN dan tidak menghindari masalah.

"Pak Presiden satu arahan. You have to run into the problem. Kita harus mau lari, kita selesaikan persoalan. Caranya bagaimana? Caranya adalah love your people and use your common sense," ujarnya di kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu (22/7).

Selain itu, Prabowo juga memberikan target agar Sudaryono dapat menjalankan BGN secara efektif, efisien, dan cepat dalam menyelesaikan berbagai persoalan.

Pesan tersebut kemudian disampaikan Sudaryono kepada jajaran BGN pada hari pertamanya menjabat sebagai kepala badan.

Ia meminta seluruh jajaran menyadari adanya persoalan yang harus diselesaikan dan tidak menghindari masalah.

Sudaryono mengatakan persoalan hukum yang terjadi di lingkungan BGN akan diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.

Ia menyatakan BGN akan mendukung proses investigasi, penyelidikan, dan penyidikan yang dilakukan aparat penegak hukum, termasuk memenuhi kebutuhan dalam proses penegakan hukum.

Sudaryono mencontohkan jika terdapat pegawai BGN yang terlibat dalam perkara hukum, baik sebagai saksi maupun tersangka, proses hukum harus tetap berjalan.

Ia menegaskan BGN akan memberikan dukungan penuh terhadap proses penegakan hukum, tetapi seluruh jajaran harus tetap menjalankan tugas secara optimal.

"Namun, saya sampaikan kepada tim, kita tidak boleh kemudian tenggelam terhadap sikap pesimisme dan kemudian tidak bersemangat dalam melaksanakan pengabdian ini," ujarnya.

Di sisi lain, Sudaryono ingin melakukan perubahan dalam tata kelola BGN. Ia menekankan pentingnya transparansi dan sistem kerja yang tidak bergantung pada individu tertentu.

"Yang tadinya mungkin manual tergantung sama person-person, orang-orang, tidak boleh lagi tergantung sama person-person, harus bisa by system. Trust in system," ujar Sudaryono.

Menurut dia, setiap pekerjaan ke depan harus mengacu pada petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis serta sistem yang telah dibangun, bukan semata-mata berdasarkan arahan personal.

Ia juga menyatakan terbuka terhadap masukan dari berbagai pihak, termasuk internal BGN, mitra, masyarakat, dan media.

Sudaryono mengatakan seluruh masukan akan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki tata kelola BGN.

"Kalau ada dapur enggak benar misalnya, segera laporkan! Kita langsung investigasi. Kita ingin menegakkan, yang benar kita tegakkan. Yang baik juga harus kita.. jangan sampai satu dua salah, kemudian dianggap yang lain juga keliru," ujar Sudaryono.

Namun, ia membedakan kritik terhadap pelaksanaan program dengan tuntutan untuk menghentikan atau membubarkan MBG dan BGN.

"Kalau misalnya ada yang atas nama kritik kemudian kritiknya misalnya hentikan atau bubarkan MBG, bubarkan BGN, saya kira itu bukan kritik. Bukan ranah kami untuk hentikan atau atau membubarkan BGN," ujar Sudaryono.

Sudaryono menyebut program MBG sudah direncanakan Presiden Prabowo sejak jauh hari dan disampaikan dalam masa kampanye.

"Makan Bergizi adalah tender politiknya Presiden Prabowo, direncanakan jauh-jauh hari, disampaikan di momen kampanye, dan kemudian beliau terpilih jadi Presiden," ujar eks Wakil Menteri Pertanian itu.

(dhz/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK