IHSG Lunglai ke Level 6.255 Pagi Ini, 369 Saham Merah

CNN Indonesia
Jumat, 24 Jul 2026 09:20 WIB
Pada pembukaan IHSG Jumat (24/7) sebanyak 134 saham menguat, 369 melemah, dan 174 stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.996,94 triliun. (FOTO:ANTARA/ASPRILLA DWI ADHA).
Jakarta, CNN Indonesia --

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Jumat (24/7). Indeks saham turun 60,24 poin atau minus 0,95 persen ke level 6.255.

Berdasarkan data RTI Business pukul 09.05 WIB, IHSG dibuka melemah di 6.266 dengan level tertinggi 6.268 dan terendah 6.227.

Pada pembukaan, sebanyak 134 saham menguat, 369 melemah, dan 174 stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.996,94 triliun.

Volume perdagangan mencapai 3,52 miliar saham dengan nilai transaksi Rp1,68 triliun dan frekuensi transaksi sebanyak 220.577 kali.

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini, meski potensi koreksi jangka pendek tetap perlu diwaspadai.

"Kami memperkirakan IHSG masih berpotensi menguat menguji area 6.470-6.667. Namun sebelum itu, investor perlu mencermati peluang koreksi ke kisaran 6.146-6.219," ujar Herditya dalam riset hariannya.

Herditya memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 6.226, 6.111 dan resistance 6.599, 6.705 hari ini. Ia pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni BBRI, BRPT, EMAS, dan EXCL.

Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova memperkirakan indeks saham berpotensi mengalami koreksi jangka pendek pada perdagangan hari ini setelah mencapai target penguatan sebelumnya.

"Koreksi IHSG diperkirakan berpotensi menguji area 6.147-6.220 sebelum kembali melanjutkan penguatan pada fase berikutnya," ujar Ivan.

Dia pun memprediksi IHSG bergerak di level support 6.219, 6.146, 6.074, dan 5.971, dan resistance 6.545, 6.688 dan 6.835 hari ini. Ivan pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni INKP, JPFA, MEDC, dan PGAS.

(fln/ins)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK