TAIPAN

Cristiano Ronaldo, Pesepak Bola Terkaya Dunia Berharta Rp21,6 T

Putri Kartika Utami | CNN Indonesia
Minggu, 26 Jul 2026 20:55 WIB
Portuguese footballer Cristiano Ronaldo stands past a bust presented during a ceremony where Madeira's airport in Funchal is to be renamed after Cristiano Ronaldo, on Madeira island, on March 29, 2017.
Madeira airport, the birthplace of Portuguese f
Pernah Miskin dan Sakit Jantung. (Foto: AFP PHOTO / FRANCISCO LEONG)

Kegemilangan karir atlet dan kerajaan bisnis Ronaldo tak dibangun dengan mudah.

Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro lahir pada 5 Februari 1985 di Funchal, Pulau Madeira, Portugal. Ia anak bungsu dari empat bersaudara. Ronaldo tumbuh dalam kemiskinan dan berbagi kamar dengan saudara-saudaranya.

Ayahnya, José Dinis Aveiro, bekerja sebagai tukang kebun di pemerintahan setempat dan juga bertugas sebagai pengurus perlengkapan tim (kit man) di sebuah klub sepak bola lokal. Ibunya, Maria Dolores, bekerja sebagai juru masak sekaligus petugas kebersihan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lingkungan sepak bola pertama yang dikenal Ronaldo adalah Andorinha, klub tempat ayahnya bekerja sebagai kit man. Di sana, ia mulai bermain, sebelum kemudian bergabung dengan Nacional, salah satu klub terbesar di Madeira. Sejak kecil, orang-orang di sekitarnya sudah melihat Ronaldo berbakat. Ia tangkas, penuh semangat, emosional, dan benar-benar tenggelam dalam permainan bola.

Bagi Ronaldo, sepak bola bukan sekadar hiburan. Ia menekuni olahraga itu biar menjadi jalan keluar dari kemiskinan.

Pada usia 12 tahun, Ronaldo mengikuti seleksi di Sporting CP dan berhasil masuk akademi pemain muda. Kesempatan itu menjadi titik balik besar dalam hidupnya, tetapi juga memaksanya meninggalkan Madeira menuju Lisbon saat usianya masih sangat belia. Ia terpaksa berpisah dengan orang tua dan lingkungan yang selama ini dikenalnya.

Di sekolah, Ronaldo kerap mengalami masalah kedisiplinan. Beberapa laporan mengenai masa mudanya menyebut ia pernah dikeluarkan dari sekolah setelah melempar kursi ke arah seorang guru karena merasa diperlakukan tidak hormat.

Ia bukan anak yang sempurna dan tumbuh tanpa masalah. Ronaldo dikenal emosional, sulit diatur, dan penuh energi. Yang kemudian mengubah hidupnya adalah kemampuannya mengarahkan energi tersebut ke dunia sepak bola.

Pada usia 14 tahun, Ronaldo mulai yakin bahwa ia memiliki kemampuan untuk menjadi pesepak bola profesional. Dengan dukungan ibunya dan orang-orang di Sporting CP, ia memutuskan memusatkan seluruh perhatiannya pada sepak bola, alih-alih menempuh jalur pendidikan formal.

Kalau dilihat saat ini, keputusan tersebut sangatlah tepat karena kita tahu karir Ronaldo cemerlang. Namun pada masa itu, keputusan meninggalkan sekolah formal demi sepak bola tampak bak pertaruhan besar. Sebab, sebagian besar pemain muda tak menjadi bintang dunia. Bahkan banyak yang gagal menjadi pesepak bola profesional.

Bagi keluarga Ronaldo, pilihan anaknya membawa harapan sekaligus ketidakpastian. Jika sepak bola tidak berhasil, tidak ada rencana cadangan yang mudah dijalani.

Salah satu ujian terberat dalam masa muda Ronaldo datang dari masalah kesehatan. Saat remaja, ia didiagnosis mengidap takikardia, yaitu gangguan irama jantung yang membuat detak jantungnya jauh lebih cepat dari normal.

Takikardia nyaris mengakhiri karier sepak bolanya Ronaldo, yang bahkan belum benar-benar dimulai. Akan tetapi Ronaldo muda tak menyerah dan menjalani prosedur medis ablasi jantung (cardiac ablation).

Bagi seorang remaja yang seluruh hidupnya telah dicurahkan untuk sepak bola, pengalaman tersebut tentu menjadi momen yang sangat menegangkan.

Memang banyak anak memiliki bakat. Yang bikin Ronaldo berbeda adalah obsesinya untuk terus berkembang. Ia tak cuma mengandalkan bakat, tetapi juga menempa dirinya dengan kedisplinan yang konsisten.

Pelatih dan rekan-rekan setimnya selama bertahun-tahun menggambarkan Ronaldo sebagai pemain dengan etos kerja luar biasa: berlatih lebih lama, mengulang latihan berkali-kali, disiplin menjaga kondisi tubuh, meningkatkan kecepatan, mengasah penyelesaian akhir, dan tidak pernah merasa puas dengan pencapaiannya.

Selain kecintaan pada sepak bola, masa kecilnya yang sulit tanpaknya menumbuhkan rasa lapar Ronaldo untuk meraih sukses di lapangan hijau. Bakat mungkin menjadi membuka pintu, tetapi kedisiplinan membuat Ronaldo bertahan lama di jajaran pemain terbaik dunia.

Akhirnya, penampilan mengesankan Ronaldo bersama Sporting CP akhirnya menarik perhatian klub-klub besar Eropa. Akhir ceritanya kita tahu: Ronaldo bermain untuk klub-klub top dunia, mulai dari Manchester United, Real Madrid, Juventus, Al-Nassr, hingga menjadi ikon tim nasional Portugal.

Trofi dan berbagai rekor memang datang kemudian, tetapi fondasi semua pencapaian itu dibangun jauh sebelumnya. Anak kecil dari Madeira tidak berubah menjadi CR7 dalam semalam.

[Gambas:Video CNN]

(pta) Add as a preferred
source on Google

HALAMAN:
1 2