IHSG Diramal Lesu Awali Pekan Ini

CNN Indonesia
Senin, 27 Jul 2026 06:27 WIB
Analis memperkirakan IHSG masih bergerak di fase koreksi hari ini setelah melemah dan bergerak di bawah MA60, meski ada peluang rebound jangka pendek. (Foto: ANTARA FOTO/Putra M. Akbar)
Jakarta, CNN Indonesia --

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi melemah pada perdagangan Senin (27/7).

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih bergerak dalam fase koreksi pada perdagangan hari ini setelah melemah dan bergerak di bawah MA60, meski peluang rebound jangka pendek mulai terbuka.

"Kami memperkirakan area koreksi IHSG berada di kisaran 6.074-6.146. Sementara itu, jika terjadi rebound, indeks berpeluang menguat menuju area 6.198-6.222," ujar Herditya dalam riset hariannya.

Herditya memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 6.111, 6.007 dan resistance 6.599, 6.705 hari ini. Ia pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni BIPI, BKSL, DEWA, dan RAJA.

Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova memperkirakan indeks saham masih bergerak dalam fase koreksi pada perdagangan hari ini, namun peluang melanjutkan penguatan masih terbuka selama mampu bertahan di atas level support 6.074.

"Jika IHSG ditutup di bawah 6.147, koreksi berpotensi berlanjut hingga menguji support 6.074. Namun selama level 6.074 tetap terjaga, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan menuju area 6.545," ujar Ivan.

Dia pun memprediksi IHSG bergerak di level support 6.219, 6.146, 6.074, dan 5.971, dan resistance 6.545, 6.688 dan 6.835 hari ini. Ivan pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni AMRT, ASII, BBNI, dan EMTK.


IHSG ditutup di level 6.196 pada perdagangan Jumat (24/7) sore. Indeks saham melemah 118,88 poin atau minus 1,88 persen dari perdagangan sebelumnya.

Mengutip RTI Infokom, investor melakukan transaksi sebesar Rp17,71 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 37,86 miliar saham.

Pada penutupan pekan lalu, 104 saham menguat, 587 terkoreksi, dan 105 stagnan.

Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

(del/pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK