Hari Mangrove Sedunia, Livin' Bank Mandiri Dukung Karbon Biru

Bank Mandiri | CNN Indonesia
Selasa, 28 Jul 2026 11:10 WIB
(Foto: dok Bank Mandiri)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bank Mandiri turut ambil peran dalam perlindungan dan rehabilitasi mangrove sebagai salah satu elemen pendukung pencapaian Indonesia's Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030, yang dilakukan melalui fitur Livin' Planet pada aplikasi Livin' by Mandiri.

Lewat fitur ini, Bank Mandiri mengonversi jejak karbon yang dihasilkan nasabah ritel menjadi aksi kontribusi pohon yang serapan emisinya dihitung mengacu pada standar Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC).

Setiap bibit yang ditanam dipantau bersama mitra konservasi, dan perkembangannya dilaporkan kembali kepada nasabah. Dengan mekanisme ini, kontribusi yang berkelanjutan tercatat hingga tahun-tahun berikutnya.

Senior Vice President ESG Group Bank Mandiri, Monica Yoanita Octavia, menyatakan bahwa akuntabilitas merupakan bagian dari cara Bank Mandiri menjalankan komitmen keberlanjutan.

"Pemerintah menegaskan bahwa pemulihan mangrove harus dilakukan secara terukur dan ilmiah. Sejalan dengan itu, Bank Mandiri memastikan setiap kontribusi penanaman nasabah tercatat dan serapan emisinya dihitung sesuai dengan metodologi yang berlaku," ujar Monica.

Hingga 22 Juli 2026, kontribusi nasabah melalui Livin' Planet telah terkumpul untuk penanaman sekitar 2.697 batang pohon, dengan nilai serapan emisi tercatat 64,29 ton CO2e. Mangrove menjadi komponen terbesar dari kontribusi tersebut.

Penanaman mangrove, termasuk bibit bakau merah, mencapai sekitar 2.309 batang dengan nilai serapan 40,26 ton CO2e, atau sekitar 63 persen dari total serapan program penanaman nasabah. Nilai serapan sebesar itu setara dengan emisi perjalanan mobil sejauh lebih dari 244.000 kilometer, atau setara dengan konsumsi listrik rumah tangga sebesar 73.897 kWh. Bakau merah dipilih karena perannya sebagai pelindung alami garis pantai dari abrasi, serta penyerap karbon yang efektif.

Selain mangrove, kontribusi nasabah juga mencakup pohon produktif alpukat dan aren sebanyak sekitar 387 batang dengan serapan 24,02 ton CO2e. Selain menyerap karbon, alpukat dan aren juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Kontribusi nasabah ini merupakan bagian dari langkah keberlanjutan Bank Mandiri di berbagai lini. Dalam berbagai aktivasi lingkungan, Bank Mandiri telah menanam mangrove bersama komunitas, termasuk pada ajang Mandiri Bintan Marathon dan Mandiri Looping for Life.

Dari sisi pembiayaan, hingga Juni 2026, portofolio pembiayaan berkelanjutan perseroan mencapai sekitar Rp327,3 triliun, tumbuh 7,5 persen secara tahunan, dengan pembiayaan hijau sebesar Rp172,8 triliun.

Dari sisi operasional, Bank Mandiri konsisten untuk menurunkan emisi operasional melalui berbagai inisiatif karbon netral, seperti penggunaan kendaraan listrik & hybrid, optimalisasi green building, pemasangan solar panel, dan lain-lain.

"Bagi Bank Mandiri, keberlanjutan merupakan bagian dari strategi bisnis jangka panjang, bukan inisiatif terpisah. Target Net Zero Emission in Operation pada 2030 dan Net Zero Emission in Financing pada 2060 atau lebih cepat menjadi acuan dalam keputusan operasional dan bisnis," pungkas Monica.

Sebagai bagian dari Ekosistem Penggerak Ekonomi Negeri, Bank Mandiri akan terus mengintegrasikan agenda keberlanjutan ke dalam strategi bisnis dan operasional. Beragam upaya ini memperkuat komitmen Bank Mandiri dalam menciptakan nilai jangka panjang, serta mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon yang inklusif dan berkelanjutan.

(rea/rir)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK