Bulog Usul MBG Pakai Beras Premium Kaya Vitamin, Ini Alasannya

CNN Indonesia
Rabu, 29 Jul 2026 15:30 WIB
Siswa-siswi menyantap hidangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Pejaten Barat 01, Jakarta Selatan, Rabu (15/7/2026). (CNN Indonesia/Adi ibrahim)
Perum Bulog usulkan beras premium fortifikasi untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memenuhi kebutuhan gizi. Rapat koordinasi akan membahas lebih lanjut. (FOTO:CNN Indonesia/Adi ibrahim).
Jakarta, CNN Indonesia --

Perum Bulog mengusulkan penggunaan beras premium yang diperkaya vitamin dan mineral sebagai bahan baku program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Usulan tersebut akan dibahas lebih lanjut dalam rapat koordinasi terbatas (rakortas) di Kementerian Koordinator Bidang Pangan sebagai alternatif pasokan beras bagi dapur MBG menyusul larangan penggunaan beras subsidi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dalam program tersebut.

Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan usulan itu merupakan salah satu bentuk dukungan Bulog terhadap pelaksanaan MBG yang kini berada di bawah koordinasi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini dari Kementan agar Bulog mendukung MBG. Pak Sudaryono kan sekarang jadi kepala MBG kan. Jadi Bulog salah satu programnya ke depan akan membuat ini (beras premium khusus MBG)," kata Rizal di Kementerian Pertanian Jakarta Selatan, Selasa (28/7).

Rizal menjelaskan beras yang diusulkan bukan merupakan beras SPHP, melainkan beras premium khusus yang diperkaya berbagai vitamin dan mineral untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat MBG.

"Ini (beras) premium khusus. Kan kalau MBG kan tidak boleh beras subsidi. Jadi kami merencanakan konsepnya ini untuk mendukung program MBG sehingga ini mendukung anak-anak sekolah, anak-anak dan ibu hamil karena di beras tersebut kita tambahkan fortifikasi vitamin-vitaminnya," ujarnya.

[Gambas:Youtube]

Berdasarkan contoh kemasan yang ditunjukkan Rizal, produk tersebut diberi nama Beras Bergizi Premium untuk MBG. Beras itu diklaim diperkaya zat besi, asam folat, vitamin B1, B3, B6, B12, dan zinc.

Kemasan juga mencantumkan sasaran penerima manfaat, yakni balita, anak sekolah tingkat SD dan SMP, ibu hamil, serta kelompok penerima MBG lainnya. Produk dikemas dalam ukuran 5 kilogram dan mengusung konsep fortifikasi vitamin dan mineral untuk melengkapi kandungan gizi makanan.

Menurut Rizal, tambahan zat gizi tersebut diharapkan dapat melengkapi nutrisi dari lauk-pauk yang disajikan dalam menu MBG.

"Harapannya ke depan anak-anak Indonesia tidak stunting dan lebih cerdas kedepannya karena berasnya saja sudah banyak vitaminnya ditambah dengan lauk pauk yang bergizi tinggi," kata Rizal.

Bos Bulog menegaskan beras fortifikasi tersebut tidak disiapkan untuk dijual ke masyarakat, melainkan hanya diperuntukkan bagi kebutuhan program MBG.

Ia mengatakan usulan itu masih berada pada tahap awal. Bulog baru menyampaikan konsep tersebut kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Kepala BGN Sudaryono.

Selanjutnya, usulan tersebut akan dibahas dalam rakortas di Kemenko Pangan yang dipimpin Menko Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas.

"Ini baru kita sampaikan ke Pak Mentan dengan Pak Sudaryono selaku kepala MBG," kata Rizal.

Meski belum memperoleh persetujuan final, Rizal menyebut respons awal terhadap usulan tersebut positif. Ia juga mengatakan harga beras premium fortifikasi nantinya akan disesuaikan apabila konsep itu disetujui pemerintah.

"Ya nanti harganya bisa kita sesuaikan," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala BGN Sudaryono menegaskan dapur penyelenggara MBG tidak diperbolehkan menggunakan beras SPHP, Minyakita, maupun LPG 3 kilogram karena seluruhnya merupakan barang bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak menerima subsidi.

(del/ins) Add as a preferred
source on Google