Kepala BGN Buka Suara soal Utang Rp1,6 T ke Dapur MBG

CNN Indonesia
Rabu, 29 Jul 2026 17:10 WIB
Kepala BGN Sudaryono buka suara mengenai tunggakan kepada ketiga. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono buka suara mengenai tunggakan kepada pihak ketiga pada tahun anggaran 2025 yang mencapai Rp1,6 triliun.

Sudaryono menganggap kewajiban pembayaran pada pihak ketiga tersebut sebagai tunggakan daripada utang. Penyelesaian tunggakan tersebut, dikatakan Sudaryono, masih dalam tahap audit.

Sudaryono menjelaskan tidak akan mengambil tindakan secara sepihak tanpa adanya rekomendasi dan verifikasi dari lembaga auditor.

"Mengenai utang, ini, tunggakan lah bukan utang ya, tunggakan ini ranah dari auditor, sedang diaudit. Manakala clean and clear, ya saya kira dibayar." ujar Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu (29/7).

Lebih lanjut, Sudaryono menyebut pembayaran tunggakan harus sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Ia memastikan utang kepada pihak ketiga bukan suatu masalah bagi BGN.

"Saya enggak ada, 'Oh yang ini mesti kubayar sendiri'. Enggak bisa ya, saya enggak mau itu. Semuanya trust in system, ya. Tidak trust in person," ucap Sudaryono.

"Kita ingin yang sah, yang bagus, yang benar, sesuai dengan mekanisme yang mana, itu yang kita selesaikan. Saya kira no issue, enggak ada masalah," katanya menambahkan.

Sebelumnya, Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengungkap komposisi tunggakan Rp1,6 triliun yang tersebar di berbagai pos kegiatan. Pertama, belanja bahan untuk membeli seragam, KLB, call center, sendok, dan lain-lain sebesar Rp16,1 miliar

Kedua, sertifikasi SPPG sebesar Rp111 miliar. Ketiga, jasa konsultan Rp200 juta. Keempat, sewa kendaraan insidentil Rp121 juta. Selain itu ada honor narasumber (kegiatan Bimtek penjamah makanan Rp 812 juta), jasa lainnya untuk EO, publikasi dan sebagainya Rp330 miliar. Ketujuh, utang ke Unhan untuk UH/UT, serta pengiriman barang Rp7,3 miliar.

Kedelapan, perjalanan dinas Rp684 juta. Kesembilan, tunggakan bantuan pemerintah untuk MBG Rp100 miliar. Kesepuluh, belanja modal untuk pembangunan dapur sebesar Rp1,04 triliun.

"Totalnya 1,609 triliun. Tapi Insya Allah kami akan lunasi, kami akan selesaikan di tahun 2026 ini. Tunggakan yang akan kami bayarkan di tahun 2026 yang sementara ini memang alokasi anggaran masih diblokir. Tetapi beberapa hal yang memang sudah melewati proses review dan sudah sesuai dengan ketentuan memang akan segera dibayarkan oleh DJA," ucap Arumsari dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR, Jakarta Pusat, Jumat (17/7).

Lengkapnya baca di sini.

(lyd/har)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK