Bos BGN Bantah MBG Gerus Anggaran Renovasi Sekolah

CNN Indonesia
Kamis, 30 Jul 2026 04:45 WIB
Sudaryono Tegaskan Zero Tolerance dan Prioritaskan Pembenahan MBG
Kepala BGN Sudaryono menepis anggapan bahwa program MBG menggerus anggaran negara dan mengorbankan perbaikan sekolah. (Youtube/Sekretariat Presiden).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menepis anggapan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggerus anggaran negara dan mengorbankan perbaikan sekolah.

Bantahan disampaikan di tengah viralnya sebuah foto yang memperlihatkan kondisi para siswa di SDN Tanggirejo, Grobogan, Jawa Tengah yang sedang menyantap MBG di depan ruang kelas yang atapnya rusak.

Sudaryono menegaskan pemerintah justru terus meningkatkan jumlah sekolah yang direvitalisasi di tengah pelaksanaan program tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyebut pemerintah telah merenovasi lebih dari 16 ribu sekolah sepanjang 2025. Sementara, tahun ini, jumlah sekolah yang ditargetkan diperbaiki mencapai lebih dari 70 ribu unit.

"Tahun ini yang mau direnovasi itu lebih dari 70 ribu, bahkan Pak Mendikdasmen pernah mengutarakan bisa jadi hampir 90 ribu sekolah. Yang itu langsung dari pemerintah pusat," ujar Sudaryono ditemui di kantornya, Rabu (29/7).

Ia mengatakan narasi yang menyebut anggaran negara habis untuk membiayai MBG tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Menurut Sudaryono, berbagai program prioritas pemerintah tetap berjalan bersamaan.

"Kan ada semacam anggapan bahwa anggaran negara ini habis karena MBG. Pada kenyataannya ada MBG, yang dulu pupuk tidak cukup, sekarang pupuknya cukup. Bahkan harganya didiskon 20 persen," imbuhnya.

Selain itu, pemerintah juga tetap meningkatkan anggaran revitalisasi irigasi. Ia menyebut anggaran program tersebut mencapai Rp12 triliun pada tahun lalu, meningkat menjadi Rp14 triliun pada tahun ini, dan akan terus berlanjut pada tahun depan.

Sudaryono menilai kondisi sekolah rusak bukan disebabkan oleh hadirnya program MBG. Karena itu, sambung Sudaryono, tidak tepat jika kondisi bangunan sekolah dibandingkan dengan dapur MBG yang baru dibangun.

[Gambas:Youtube]

"Dulu enggak ada MBG, sekolah itu rusak memang sebelum ada program MBG. Ini sekarang oleh Presiden (Prabowo Subianto) diperbaiki," katanya.

Ia pun meminta masyarakat melaporkan apabila menemukan sekolah yang masih rusak melalui kanal pengaduan yang disediakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah agar segera ditindaklanjuti.

"Kalau ada sekolah rusak yang ditemukan itu cukup lapor. Ada portalnya di Dikdasmen, pasti diperbaiki," jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat tidak membenturkan pembangunan dapur MBG dengan kondisi sekolah. Menurutnya, keduanya merupakan program berbeda dengan skema pendanaan yang juga berbeda.

"Dapur MBG ini yang bangun adalah mitra, sementara perbaikan sekolah ini dua hal yang berbeda," pungkasnya.

(ldy/sfr) Add as a preferred
source on Google