Agro Lestari Bangun 537 Hektare Area Konservasi Hewan di Kalteng

CNN Indonesia
Senin, 03 Agu 2026 13:38 WIB
PT Astra Agro Lestari membangun area konservasi 537 hektare di Kalimantan Tengah, mendukung keberagaman hayati dan pelestarian spesies endemik. (FOTO:CNN Indonesia/Thohirin).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Astra Agro Lestari Tbk membangun area konservasi hewan seluas 537 hektare di tengah hamparan kebun sawit mereka di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Jumlah itu mencapai 9 persen dari total luas lahan sebesar 6.900 hektare di bawah PT. Agro Menara Rachmat (AMR).

"Bahwa di areal PT AMR (Agro Menara Rachmat) ini kurang lebih itu luasan totalnya 6.900 [hektare]. Nah, di 500 hektar itu memang kami tetapkan sebagai areal konservasi kami," ujar Bagas Kurhananto selaku Asisten Konservasi PT Agro Menara Rachmat saat kunjungan media ke lokasi tersebut, Kamis (30/7).

Dibangun sejak 2011, jumlah spesial di kawasan konservasi kebun sawit PT AMR mencapai sekitar 300. Umumnya, kata Bagas, hewan yang hidup di area tersebut merupakan endemik Kalimantan, yang jumlahnya mencapai 10 persen dari total populasi, salah satunya Bekantan.

Selain spesies hewan, ada pula spesies flora endemik, salah satunya pohon blangiran, yang hanya hidup di Kalimantan.

"Kalau reptil ada mungkin kayak ini, dari namanya juga sudah kelihatan, Borneo Short-tailed Python. Itu memang endemik di Kalimantan," kata Bagas.

Khusus Bekantan, Bagas mengaku pihaknya belum bisa memastikan jumlahnya yang hidup di areal konservasi. Dia memperkirakan ada empat kelompok, dengan masing-masing kelompok antara enam hingga delapan spesies.

"Sejauh ini kami menemukan empat kelompok dengan jumlah individu antara 6 sampai 8 di setiap kelompok itu," katanya.

Menurut Bagas, keberadaan area konservasi milik PT Agro Lestari membuktikan sawit dan lingkungan tetap bisa berjalan beriringan. Dia bilang, pihaknya juga rutin bekerja sama dengan sekolah maupun perguruan tinggi dalam melakukan penelitian.

"Bahwa ternyata kebun sawit itu nggak semata-mata hanya kebun, tapi kami juga melakukan pengelolaan baik dari sisi satwanya, lalu lingkungannya, sungainya," katanya.

(thr/ins)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK