MRT Dukuh Atas Akan Punya Pedestrian Deck Ramah Difabel Urai Kepadatan

CNN Indonesia
Jumat, 31 Jul 2026 07:53 WIB
Masyarakat bisa menikmati taman yang ada di Stasiun MRT Dukuh Atas, sekedar duduk sambil menunggu kereta atau memandangi gedung-gedung tinggi yang ada kawasan Sudirman-Thamrin. CNNIndonesia/Safir Makki
MRT Jakarta siapkan Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk aksesibilitas ramah disabilitas, menghubungkan moda transportasi dan mengurangi kepadatan pejalan kaki. (FOTO:CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT MRT Jakarta (Perseroda) menyiapkan Pedestrian Deck Dukuh Atas sebagai jalur penghubung antarmoda yang ramah bagi penyandang disabilitas sekaligus membuka peluang konektivitas langsung dengan sejumlah gedung di sekitarnya, seperti Two Sudirman dan Wisma BNI.

Fasilitas itu dirancang dilengkapi elevator, eskalator, ramp hingga jalur pemandu taktil guna mempermudah mobilitas seluruh pengguna.

Advisor Program Management Office Division MRT Jakarta Agus Trihan mengatakan aspek aksesibilitas menjadi salah satu perhatian dalam perancangan pedestrian deck mengingat posisinya yang berada di atas permukaan jalan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi memang kalau untuk yang berkebutuhan khusus memang ada elevator itu, lalu kita juga membuat ramp dan eskalator. Jadi memang harusnya sudah jauh lebih nyaman gitu, jadi istilahnya kita tinggi nih deck-nya ya, dan ini kita tahu lah ya jalan naik tangga lumayan," kata Agus di Transport Hub MRT Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (30/7).

Menurut dia, seluruh akses masuk menuju pedestrian deck direncanakan menggunakan eskalator agar pengguna tidak perlu menaiki tangga secara manual. Sementara bagi pengguna kursi roda, stroller bayi, hingga ibu hamil, MRT juga menyiapkan elevator sebagai akses vertikal.

"Jadi memang sekarang entrance kita adalah full eskalator, jadi orang akan lebih nyaman untuk naik, dan untuk yang tadi kursi roda juga eskalator, dan di deck-nya juga akan ada taktil-taktil pemandu gitu ya untuk kaum-kaum difabel," ujarnya.

[Gambas:Youtube]

Pedestrian Deck Dukuh Atas merupakan bagian dari pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas yang ditujukan untuk memperkuat konektivitas enam moda transportasi, yakni MRT Jakarta, KRL Commuter Line, LRT Jakarta, LRT Jabodebek, Kereta Bandara, dan TransJakarta.

Saat pencanangan proyek pada Juni lalu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut infrastruktur tersebut dirancang untuk mewujudkan seamless mobility sehingga masyarakat dapat berpindah moda dengan lebih nyaman tanpa harus terpapar panas maupun hujan.

Dibuat untuk Mengurai Kepadatan

Selain meningkatkan aksesibilitas, MRT Jakarta juga menilai keberadaan pedestrian deck dapat mengurangi kepadatan pejalan kaki yang selama ini terpusat di Terowongan Kendal.

TOD Planning Department Head PT MRT Jakarta Sagita Devi mengatakan saat ini Terowongan Kendal masih menjadi akses utama yang menghubungkan empat kuadran kawasan Dukuh Atas. Kehadiran pedestrian deck diharapkan memberi alternatif jalur sehingga arus pejalan kaki lebih tersebar.

"Kebetulan kalau antisipasi keramaian sebetulnya ini kita harapkan pedestrian deck ini juga sebetulnya untuk memecah keramaian di Terowongan Kendal. Karena kan saat ini satu-satunya akses untuk mengakses ke empat kuadran itu terpusat di Terowongan Kendal," kata Sagita.

"Jadi sebetulnya ini salah satu cara kita mudah-mudahan ke depan juga bisa memecah keramaian di Terowongan Kendal supaya perpindahan orangnya juga bisa ada opsi lain untuk berpindah," imbuhnya.

Untuk mengantisipasi penumpukan pejalan kaki di atas deck, Agus mengatakan desain proyek juga telah memperhitungkan pelebaran jalur pada sejumlah titik yang diperkirakan menjadi lokasi orang berhenti menikmati pemandangan.

"Jadi memang daerah khusus tadi saya sampaikan di utara dan selatan itu yang menghadap jalan itu akan ada pelebaran area. Jadi misalnya di jalur utama itu sekitar 4 sampai 5 meter, daerah situ itu sekitar 7 meter. Jadi orang yang melihat itu tidak akan menghentikan, jadi bottleneck untuk yang menggunakan jalan kaki yang mau pindah moda," ujarnya.

MRT Dukuh Atas Akan Punya Pedestrian Deck Ramah Difabel Urai Kepadatan BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:
1 2