Pakar: RI Masih Punya Modal Kuat Jadi Magnet Investasi Global
Pakar menilai Indonesia masih memiliki fondasi kuat untuk menjadi tujuan investasi jangka panjang di kawasan Asia Tenggara. Namun, pemerintah perlu menjaga konsistensi arah kebijakan agar mampu mempertahankan kepercayaan investor global di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.
Head of Southeast Asia Economics Moody's Analytics Denise Cheok mengatakan Indonesia tetap memiliki sejumlah keunggulan yang sulit ditandingi negara lain di kawasan, mulai dari besarnya pasar domestik hingga kekayaan sumber daya alam.
"Indonesia adalah negara G20 dengan pasar domestik yang sangat besar. Indonesia juga memiliki sumber daya alam yang melimpah seperti nikel, batu bara, dan kelapa sawit," ujar Denise dalam program CNN Indonesia Business, Jumat (31/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, kondisi tersebut membuat Indonesia relatif lebih tahan terhadap guncangan eksternal dibandingkan negara-negara yang sangat bergantung pada impor.
"Keunggulan Indonesia saat ini adalah tidak terlalu bergantung pada impor seperti Singapura, Korea Selatan, atau Jepang. Hal itu menjadi semakin penting ketika dunia menghadapi guncangan harga minyak, pangan, maupun kebijakan tarif. Stabilitas sumber daya dan pasar domestik menjadi faktor yang membantu Indonesia," katanya.
Meski demikian, Denise menilai pemerintah tetap harus memperkuat kepercayaan investor melalui arah kebijakan yang jelas dan konsisten.
Ia mengatakan investor saat ini tidak hanya memperhatikan target pertumbuhan ekonomi, tetapi juga ingin melihat bagaimana berbagai kebijakan pemerintah saling mendukung untuk mencapai target tersebut.
"Jika pemerintah ingin mencapai pertumbuhan 8 persen, investor ingin melihat bagaimana setiap kebijakan benar-benar mendukung target itu. Keterkaitan antara berbagai kebijakan dengan tujuan jangka panjang tersebut masih perlu diperjelas," ujarnya.
Denise menambahkan investor juga mencermati stabilitas kebijakan di tengah ketidakpastian global.
Menurutnya, konsistensi arah kebijakan akan menjadi sinyal positif bagi investor untuk menanamkan modal di Indonesia dalam jangka panjang.
"Yang dibutuhkan investor adalah koherensi kebijakan pemerintah. Mereka ingin melihat pemerintah bergerak menuju arah yang jelas. Sinyal seperti itu akan sangat membantu meningkatkan kepercayaan investor," katanya.
Di sisi lain, Denise menilai tantangan Indonesia berbeda dengan negara tetangga karena wilayah yang sangat luas dan terdiri dari banyak pulau.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat implementasi kebijakan menjadi lebih kompleks dibandingkan negara dengan wilayah yang lebih kecil.
"Potensi Indonesia memang sangat besar, tetapi tantangannya juga besar. Sangat sulit memastikan kebijakan dapat diterapkan secara konsisten di seluruh wilayah Indonesia hanya dari Jakarta," ujarnya.
(lau/dmi)[Gambas:Video CNN]

