Purbaya Bakal Jor-joran Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen

CNN Indonesia
Rabu, 05 Agu 2026 08:15 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia 2026 di Jakarta Convention Center, Minggu (28/6).
Menkeu Purbaya akan mengerahkan seluruh instrumen kebijakan fiskal untuk mendorong laju ekonomi RI tembus 6 persen pada paruh kedua 2026. (Dok. Kemenkeu).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa bakal mengerahkan seluruh instrumen kebijakan fiskal yang dimiliki pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6 persen pada paruh kedua 2026.

Menurut Purbaya, kebijakan fiskal yang agresif diperlukan agar perekonomian domestik bisa tumbuh mendekati potensi maksimalnya.

"Saya akan memastikan pada paruh kedua tahun ini ekonomi kita bisa tumbuh sekitar 6 persen. Saya akan mengerahkan semua instrumen yang ada di pasar, seluruh kebijakan yang memungkinkan dari sisi fiskal untuk memastikan ekonomi domestik dapat tumbuh sesuai potensinya," ujar Purbaya dalam acara GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) di ICE BSD City, Tangerang, Selasa (4/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Purbaya mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia selama dua kuartal pertama tahun ini sudah berada di atas 5,4 persen.

Dengan target pertumbuhan ekonomi mencapai 6 persen pada tahun ini, ia meyakini permintaan domestik akan semakin kuat dan aktivitas bisnis akan berkembang lebih pesat.

Dalam kesempatan tersebut, Purbaya juga menyinggung target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang diinginkan Presiden Prabowo Subianto.

Purbaya menilai target tersebut sangat mungkin dicapai apabila dua mesin utama pertumbuhan ekonomi, yakni sektor pemerintah dan sektor swasta, dapat bergerak secara optimal dan saling mendukung.

"Pertumbuhan 6 persen tidak terlalu sulit dicapai jika sektor swasta dikombinasikan dengan sektor pemerintah. Angka di atas itu juga tidak terlalu sulit. Pertumbuhan 6,5 persen relatif mudah dicapai jika saya bisa memastikan kedua mesin pertumbuhan tersebut bergerak pada saat yang bersamaan," ujar Purbaya.

Purbaya pernah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa tumbuh di kisaran 5,6 persen hingga 6 persen pada tahun ini.

Ia mengatakan proyeksi tersebut ditopang sinergi kebijakan pemerintah bersama anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam menjaga stabilitas ekonomi dan sistem keuangan nasional.

"Dengan sinergi kebijakan tersebut, pertumbuhan ekonomi untuk keseluruhan tahun 2026 diperkirakan berada dalam kisaran 5,6 sampai 6 persen year on year, ditopang berbagai sinergi kebijakan pemerintah dan lembaga anggota KSSK lainnya untuk menjaga berlanjutnya momentum pertumbuhan," ujar Purbaya dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala KSSK III Tahun 2026 di Kantor LPS, Jakarta, Senin (3/8).

Ia mengatakan hasil asesmen KSSK menunjukkan kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan Indonesia pada kuartal II 2026 tetap terjaga di tengah meningkatnya tekanan eksternal.

"Hasil asesmen KSSK menunjukkan bahwa kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan selama kuartal II 2026 tetap terjaga di tengah konflik geopolitik yang kembali meningkat, didukung koordinasi dan sinergi kebijakan yang erat antarotoritas," katanya.

Menurut Purbaya, memasuki kuartal II 2026, tekanan global kembali meningkat akibat eskalasi konflik geopolitik, lonjakan harga energi, volatilitas pasar keuangan, hingga tekanan terhadap nilai tukar dan arus modal.

Meski demikian, Purbaya menilai perekonomian domestik masih menunjukkan ketahanan yang tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang tetap solid serta stabilitas sektor keuangan yang terjaga.

"KSSK akan terus mencermati dan melakukan asesmen forward looking atas kinerja perekonomian dan sektor keuangan terkini seiring ketidakpastian ekonomi global yang meningkat, sekaligus melakukan upaya mitigasi secara terkoordinasi," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]

(dhz/sfr)