BPS: Ekonomi Indonesia Semester I-2026 Tumbuh Lebih Cepat dari 2025

BPS | CNN Indonesia
Rabu, 05 Agu 2026 18:53 WIB
Foto: CNN Indonesia/Muhammad Falah
Jakarta, CNN Indonesia --

Ekonomi Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang tetap terjaga di tengah ketidakpastian global. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 tumbuh stabil sebesar 5,29 persen (y-on-y), lebih tinggi dibandingkan triwulan II-2025 yang sebesar 5,12 persen.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan pertumbuhan ekonomi pada triwulan I maupun triwulan II 2026 tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan Triwulan I-2025 dan Triwulan II-2025. Artinya, aktivitas ekonomi di Indonesia terus bergerak, baik dari sisi produksi maupun permintaan.

Amalia juga menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi sepanjang Semester 1-2026 menembus 5,45% yang jauh diatas pertumbuhan ekonomi Semester 1-2025 yang sebesar 5,0%.

"Ini menunjukkan pemerintah berhasil memanfaatkan momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan baik, sehingga di tahun 2026 sampai Semester 1-2026 ini ekonomi Indonesia tumbuh lebih cepat dibandingkan tahun lalu," kata Amalia dalam keterangan resmi, Rabu (5/8).

Menurut Amalia, pertumbuhan ekonomi pada semester pertama tahun ini ditopang oleh tiga mesin utama, yakni konsumsi masyarakat yang tetap terjaga, investasi yang terus meningkat, serta belanja pemerintah yang tumbuh lebih cepat dibandingkan tahun lalu.

"Penopang utama dari pertumbuhan ekonomi Semester I-2026 ini adalah masihterjaganya konsumsi masyarakat, investasi yang tumbuh tinggi, serta belanja pemerintah yang masih tumbuh cepat dibandingkan dengan tahun lalu," ujarnya.

 Foto: Arsip BPS

Konsumsi juga didukung oleh kebijakan ekonomi pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat, seperti: pembayaran gaji ke-13 pada bulan Juni 2026, diskon tiket transportasi selama masa liburan sekolah di bulan Juni, serta upaya pengendalian inflasi turut memperkuat konsumsi domestik.

Di sisi lain, aktivitas ekonomi berbasis digital juga menunjukkan peningkatan, tercermin dari pertumbuhan transaksi e-retail dan marketplace, serta meningkatnya nilai transaksi uang elektronik, kartu debit, dan kredit.

Selain konsumsi rumah tangga, komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga mencatat pertumbuhan solid sebesar 6,87 persen, didorong oleh investasi swasta dan pemerintah.

Sementara itu, konsumsi pemerintah tumbuh signifikan sebesar 15,97 persen, seiring peningkatan realisasi belanja pegawai serta belanja barang dan jasa, termasuk melalui program-program yang pro rakyat seperti: Makan Bergizi Gratis (MBG), program 3 juta rumah, pembangunan sekolah rakyat dan perbaikan sekolah reguler, dan lain-lain.

(inh)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK