Antisipasi 40 Merek Beras Fortifikasi Ditarik, Bulog Sidak Stok Ritel

CNN Indonesia
Kamis, 06 Agu 2026 13:11 WIB
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani
Perum Bulog antisipasi penarikan beras fortifikasi dan pastikan ketersediaan beras premium di ritel modern. Sidak dilakukan untuk menjaga stok dan kualitas. (FOTO:CNN Indonesia/Muhammad Falah Nafis).
Jakarta, CNN Indonesia --

Perum Bulog mengantisipasi penarikan 40 merek beras fortifikasi dan memastikan ketersediaan beras premium di ritel modern. Hal ini dilakukan seiring adanya ketidaksesuaian kandungan gizi dengan informasi pada label kemasan.

Direktur Utama Bulog AhmadRizalRamdhani mengatakan pihaknya melakukan inspeksi mendadak (sidak) di berbagai ritel modern untuk memastikan stok beras premium tetap tersedia dan tidak terjadi kekosongan. Beras fortifikasi merupakan beras biasa yang sengaja dicampur dengan butiran beras khusus penambah vitamin dan mineral, seperti zat besi, asam folat, dan zinc.

"Kami sudah perintahkan seluruh jajaran kota-kota besar khususnya hari ini, dari tadi pagi sampai malam ini untuk melaksanakan sidak ke berbagai ritel-ritel modern untuk memastikan supaya produk beras Bulog itu ada di ritel-ritel modern," ujar Rizal saat melakukan sidak di ritel Grandlucky Radio Dalam Jakarta Selatan, Rabu (5/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rizal menyampaikan Bulog mengantisipasi kemungkinan terganggunya pasokan di pasar modern apabila penarikan produk beras fortifikasi dilakukan sehingga perlu memastikan stok beras premium Bulog tersedia dalam jumlah yang memadai.

"Kami akan dorong semaksimal mungkin di seluruh Indonesia Tanah Air beras-beras Bulog juga harus masuk di ritel modern karena rata-rata kalau beras premium yang konsumsi yang kelas menengah ke atas, adanya di ritel-ritel modern. Kalau di pasar-pasar SP2KP (Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok) pakai beras-beras medium biasanya," ungkapnya.

Kemudian, ia juga menegaskan persoalan yang menjadi perhatian bukan harga jual produk karena tidak diatur pemerintah, melainkan dugaan ketidaksesuaian kandungan gizi dengan informasi yang tercantum pada kemasan.

[Gambas:Youtube]

"Kalau harga beras fortifikasi kan dari pemerintah tidak ada pengaturan HET-nya, tidak ada. Cuman yang jadi masalah adalah kandungan yang disampaikan di dalam gizinya, yang dibilang ada vitamin B, vitamin macam-macam, tapi ternyata setelah di laboratorium oleh teman-teman Satgas Pangan banyak yang tidak sesuai," sebut Rizal.

Dalam sidak tersebut, Bulog juga menemukan berbagai merek beras premium masih tersedia di ritel modern, termasuk produk Bulog, yakni Punokawan dan Befood Sentra Ramos dengan harga Rp74.500 per kemasan 5 kilogram (kg).

Rizal menilai kehadiran beras premium Bulog di ritel modern merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk menyediakan beras berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat.

"Ini beras kita, beras Bulog ini harganya 5 kilo Rp74.500, baik Befood Sentra Ramos maupun Punokawan Rp74.500. Nah, contoh nih beras Anak Raja Rp94.500, Topi Koki ini yang 5 kilo Rp126.900," beber Rizal.

Menurutnya, selisih harga tersebut menunjukkan peran pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah tingginya harga beras premium.

Untuk menjaga pasokan, Bulog saat ini memproduksi beras premium sekitar 21 ton per hari untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitar 300 ton per hari secara nasional.

Selain itu, Bulog juga akan mendorong pengalihan sebagian Cadangan Beras Pemerintah (CBP) menjadi beras premium agar dapat menekan harga beras premium di pasar.

"Kami juga akan dorong nanti ke depan sesuai dengan rencana pengalihan CBP menjadi beras premium tersebut dengan harapan bisa menekan harga-harga beras yang terlalu tinggi. Kasihan kepada masyarakat kalau harganya sampai Rp126 ribu per 5 kg, itu kan terlalu berat untuk masyarakat menurut kami," pungkas Rizal.

Memuluskan Akses Warga RI Jangkau Beras Premium BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:
1 2