Sergey Brin, Pawang Google Berharta Rp4.763 T Ini Pernah Digaji US$1
Nama Sergey Brin anteng bertengger di daftar puncak orang terkaya global saat ini. Berdasarkan data real-time yang dihimpun Forbes, salah satu pawang Google tersebut secara konsisten bertahan di posisi orang terkaya nomor 4 di dunia per Minggu (9/8).
Melansir laman Forbes, total kekayaan bersih Brin mencapai US$267,6 miliar atau setara Rp4.763,5 trilun. Sumber utama kekayaannya berasal dari kepemilikan saham dan pendirian raksasa teknologi internet, Google yang kini berada di bawah perusahaan induk Alphabet Inc.
Langkah besar Sergey Brin hingga menjadi tokoh kunci di industri teknologi bermula dari bangku kuliah. Pria yang lahir di Moskow dan bermigrasi ke Amerika serikat ini memiliki bakat di bidang matematik dan ilmu komputer.
Brin muda yang saat itu lulus S1 University of Maryland memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana di Stanford University. Melansir Stanford University Archives, pada 1995 Brin yang masih berusia 22 tahun bertemu dengan Larry Page.
Lihat Juga : |
Awal pertemuan mereka tidak selalu berjalan mulus, lantaran kerap berdebat karena perbedaan karakter. Keduanya dipersatukan oleh ketertarikan mereka terhadap masalah ekstraksi data dari kumpulan informasi yang masif.
Selanjutnya, Brin dan Page mulai mengerjakan sebuah proyek riset mesin pencari bernama BackRub. Berbeda dengan mesin pencari lain pada era 90-an yang hanya menghitung seberapa sering sebuah kata muncul pada halaman web, mereka mengembangkan algoritma revolusioner bernama PageRank. Algoritma ini menilai tingkat pentingnya suatu halaman web berdasarkan jumlah dan kualitas tautan (backlink) yang merujuk kepada web tersebut.
Alhasil, sistem pencarian mereka ternyata jauh lebih akurat. Pada 1997, mereka mengubah nama proyek tersebut menjadi Google, permainan kata dari istilah matematika "googol" (angka 1 yang diikuti oleh 100 angka nol), hingga akhirnya mereka resmi mendirikan perusahaan pada 1998 di sebuah garasi sewaan.
Sebagai Co-founder, Brin memegang peran krusial sebagai President of Technology. Ia memimpin proyek-proyek inovasi masa depan Google, termasuk divisi laboratorium eksperimental Google X yang melahirkan teknologi kacamata pintar Google Glass, hingga pengembangan mobil otonom.
Ketika Google melakukan restrukturisasi menjadi Alphabet Inc. pada 2015, Sergey Brin ditunjuk sebagai Presiden Alphabet hingga akhirnya ia memutuskan mundur dari jabatan eksekutif harian pada akhir 2019. Meskipun demikian, ia tetap mempertahankan pengaruhnya sebagai pemegang saham pengendali dan anggota dewan direksi Alphabet.
Lihat Juga : |
Hanya Digaji US$1 per Tahun
Siapa sangka, di balik pencapaian finansialnya dan dikenal sebagai sosok miliarder yang memiliki kepribadian unik dan ketertarikan yang tidak biasa, pria kelahiran Agustus 1973 itu pernah digaji US$1 per tahun. Setelah Google tumbuh menjadi raksasa teknologi dunia dan melantai di bursa saham, Sergey Brin bersama Larry Page menolak menerima gaji besar.
Alih-alih menuntut upah tinggi, keduanya petinggi Google itu memilih memotong gaji pokok harian mereka hanya US$1 per tahun. Kekayaan mereka murni ditopang oleh nilai kepemilikan saham perusahaan.
Lihat Juga : |
Di sisi lain, Brin memiliki kepribadian gaya hidup eksentrik. Pada awal mengembangkan Google, Brin kerap terlihat berkeliling kantor atau menghadiri pertemuan internal menggunakan sepatu roda atau rollerblades. Ia juga sangat menyukai aktivitas fisik ekstrem seperti olahraga trapeze.
Selain itu, Brin juga memiliki rasa penasaran tinggi terhadap teknologi. Salah satunya dengan merakit komputer gaming bersama putranya demi mencoba mining (penambangan) mata uang kripto Ethereum secara mandiri. Hal itu ia lakukan semata untuk memahami konsep desentralisasi di ekosistem blockchain.
Di luar itu, Brin juga mendirikan perusahaan LTA Research & Exploration yang berfokus membangun pesawat balon udara raksasa modern seperti airship, proyek itu dinamai Pathfinder 1, di mana pesawat dirancang ramah lingkungan untuk membantu misi pengiriman bantuan kemanusiaan global.