Nilai Aset Digital Turun, Trump Media Tekor Rp4,25 T Kuartal II 2026

CNN Indonesia
Rabu, 12 Agu 2026 03:45 WIB
Trump Media & Technology Group (TMTG) merugi US$238,1 juta atau sekitar Rp4,25 triliun (asumsi kurs Rp17.840 per dolar AS) pada kuartal II 2026. Ilustrasi. (REUTERS/Dado Ruvic).
Jakarta, CNN Indonesia --

Trump Media & Technology Group (TMTG) merugi US$238,1 juta atau sekitar Rp4,25 triliun (asumsi kurs Rp17.840 per dolar AS) pada kuartal II 2026.

Kerugian perusahaan induk Truth Social milik Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump itu melonjak hampir 10 kali lipat dibandingkan rugi periode yang sama 2025, US$20 juta (Rp365,8 miliar).

AFP melaporkan, Senin (10/8), rugi membengkak lantaran penurunan nilai aset nontunai perusahaan. Tercatat, lebih dari US$190 juta (Rp3,39 triliun) kerugian TMTG berasal dari penurunan nilai aset digital, aset digital yang dijaminkan, dan sekuritas ekuitas.

Aset digital memang menjadi salah satu bagian yang memberikan dampak besar terhadap keuangan TMTG. Pada kuartal I 2026, perusahaan mencatat kerugian bersih yang sebagian besar disebabkan oleh penurunan nilai aset kripto.

Penurunan nilai aset kripto tersebut menunjukkan perubahan harga aset digital dapat memberikan dampak negatif terhadap keuangan perusahaan. Ketika nilai aset merosot, perusahaan harus mencatat penurunan tersebut sebagai bagian dari kerugian dalam laporan keuangan.

Di tengah kerugian tersebut, pendapatan perusahaan sebenarnya meningkat. Tercatat, perusahaan meraup pendapatan sebesar US$1,7 juta (Rp30,38 miliar) pada kuartal II 2026 atau naik 89 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sebagian pendapatan tersebut berasal dari bisnis platform Truth Social yang kerap digunakan Trump untuk berkomunikasi dengan publik. Namun, peningkatan pendapatan tersebut masih jauh lebih kecil dibandingkan dengan kerugian perusahaan pada periode yang sama.

Kendati rugi membengkak, perusahaan menilai masih dalam posisi yang baik untuk menyelesaikan rencana merger dengan perusahaan teknologi fusi nuklir TAE Technologies pada 2026.

(lil/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK