Lamina Group Tawarkan Solusi Kesehatan Calon Jemaah Haji dan Umrah

Lamina Group | CNN Indonesia
Kamis, 13 Agu 2026 13:46 WIB
Lamina Hospital dan Klinik Patella berpartisipasi dalam CNN Indonesia Islamic Travel Connect 2026. (Foto: CNN Indonesia/Febria Adha L)
Jakarta, CNN Indonesia --

Lamina Hospital dan Klinik Patella, dua unit layanan kesehatan di bawah Lamina Group, berpartisipasi dalam CNN Indonesia Islamic Travel Connect 2026 yang berlangsung pada 29 Juli-2 Agustus 2026 di Mosaic Walk, Mall Kota Kasablanka, Jakarta. Acara ini menjadi platform kolaboratif yang mempertemukan industri, regulator, dan masyarakat untuk membangun ekosistem haji, umrah, serta wisata halal Indonesia yang lebih profesional dan terpercaya.

Dalam kesempatan itu, Lamina Hospital dan Klinik Patella menyoroti kebutuhan yang kerap luput dari perhatian calon jemaah, yakni kesiapan tulang belakang, saraf, dan sendi lutut menjelang rangkaian ibadah yang menuntut ketahanan fisik tinggi. Rangkaian ibadah seperti tawaf, sai, hingga posisi sujud berulang dalam durasi panjang membutuhkan kondisi fisik yang prima.

Persiapan kesehatan fisik menjadi faktor penting yang perlu mendapat perhatian khusus sebelum keberangkatan, terutama pada kesehatan tulang belakang dan sendi. Rangkaian ibadah haji dan umrah menuntut aktivitas berjalan kaki jarak jauh, berdiri lama, serta gerakan berulang dalam berbagai kondisi cuaca dan kepadatan aktivitas.

Kondisi tulang belakang yang tidak optimal, nyeri punggung, saraf kejepit, maupun gangguan pada sendi lutut berpotensi menghambat kenyamanan dan kelancaran ibadah apabila tidak ditangani sejak dini. Oleh karena itu, pemeriksaan dan persiapan kesehatan sebelum keberangkatan menjadi langkah penting agar jemaah dapat beribadah dengan lebih aman dan nyaman.

Lamina Hospital menghadirkan teknologi Joimax, tindakan minimal invasif asal Jerman yang terbukti efektif menangani berbagai masalah tulang belakang, khususnya saraf kejepit, tanpa operasi terbuka. Sementara itu, Klinik Patella menyediakan pendekatan medis modern untuk penanganan masalah sendi lutut melalui teknologi Artroskopi Richard Wolf.

Teknologi tersebut dirancang untuk membantu pasien memperoleh perawatan yang lebih terarah, minim risiko, dan mendukung pemulihan lebih baik. Kehadiran kedua layanan ini diharapkan menjadi solusi komprehensif bagi calon jemaah yang ingin mempersiapkan kondisi tulang belakang dan sendi secara optimal.

Founder sekaligus dokter spesialis bedah saraf Lamina Group, dr. Mahdian Nur Nasution, mengatakan kesehatan tulang belakang dan sendi kerap luput dari perhatian dalam persiapan ibadah haji dan umrah. Padahal, menurutnya, aktivitas fisik selama di Tanah Suci sangat intens.

"Melalui Islamic Travel Connect, Lamina Hospital dan Klinik Patella ingin mengedukasi masyarakat bahwa persiapan fisik yang matang adalah bagian penting dari ibadah Haji dan Umrah," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (13/8).

Lamina Hospital dan Klinik Patella menegaskan pentingnya pencegahan dan penanganan dini terhadap gangguan tulang belakang maupun sendi sebagai bagian dari persiapan ibadah. Dengan dukungan layanan spesialis dan teknologi medis terkini, calon jemaah diharapkan dapat menjalani pemeriksaan menyeluruh sebelum berangkat.

Langkah ini dinilai penting untuk meminimalkan risiko gangguan fisik selama pelaksanaan ibadah yang membutuhkan stamina dan daya tahan tubuh yang baik. Pemeriksaan dini memungkinkan calon jemaah mengetahui kondisi kesehatan masing-masing sejak sebelum keberangkatan.

Lamina Hospital, yang merupakan Rumah Sakit Khusus Bedah Lamina, berfokus pada penanganan saraf kejepit, nyeri tulang belakang, dan gangguan saraf lainnya. Teknologi Joimax memungkinkan penanganan hanya melalui satu titik sayatan sekitar 7 milimeter tanpa memotong otot atau tulang.

Tingkat keberhasilan teknologi ini disebut mencapai 95 persen dengan masa pemulihan yang jauh lebih singkat dibandingkan bedah terbuka. Metode ini dinilai relevan bagi calon jemaah yang harus menjalani aktivitas fisik padat selama ibadah.

"Bagi calon jemaah yang akan menempuh perjalanan panjang dan aktivitas ibadah fisik yang padat, penanganan dini terhadap keluhan nyeri tulang belakang menjadi bagian penting dari persiapan kesehatan sebelum keberangkatan," jelas Mahdian.

Klinik Patella, sebagai klinik spesialis nyeri lutut, menghadirkan metode pengobatan terkini berupa Artroskopi Richard Wolf. Prosedur ini memungkinkan dokter mendiagnosis sekaligus menangani kerusakan sendi lutut, termasuk cedera ligamen dan kartilago.

Tindakan tersebut dilakukan melalui sayatan kecil berukuran 3-5 milimeter dan bersifat rawat jalan, sehingga pasien dapat kembali beraktivitas dalam waktu singkat. Metode ini ditujukan untuk pasien yang membutuhkan penanganan cepat dengan risiko minimal.

Dokter spesialis di Klinik Patella, dr. Windi Martika, menyampaikan kondisi lutut menjadi faktor krusial agar jemaah dapat menjalankan ibadah haji dan umrah dengan baik.

"Kondisi lutut yang prima menjadi faktor krusial bagi jemaah, mengingat rangkaian ibadah haji dan umrah menuntut aktivitas berjalan, berdiri, dan bergerak dalam durasi lama," papar dia.

Selama pameran berlangsung, Lamina Hospital dan Klinik Patella menghadirkan sesi Health Talk mengenai pentingnya persiapan fisik, khususnya kesehatan tulang belakang dan sendi, sebelum keberangkatan ibadah haji dan umrah. Kedua unit layanan ini juga menyediakan konsultasi kesehatan bagi pengunjung dan calon jemaah terkait keluhan saraf kejepit maupun nyeri lutut.

Selain itu, pengunjung juga mendapatkan pengenalan teknologi Joimax dan Artroskopi Richard Wolf sebagai solusi minim risiko bagi jemaah yang memiliki riwayat gangguan tulang belakang dan sendi namun tetap ingin menjalankan ibadah secara optimal. Partisipasi ini sejalan dengan tujuan Islamic Travel Connect sebagai medium strategis antar-pemangku kepentingan.

Medium tersebut dimaksudkan untuk menghadirkan edukasi kredibel, transparansi layanan, serta ruang diskusi mengenai standardisasi dan peningkatan kualitas industri perjalanan ibadah di Indonesia.

(rir)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK