Rupiah Tertahan di Rp17.877 per Dolar AS Sore Ini
Nilai tukar rupiah ditutup stagnan di level Rp17.877 per dolar AS pada perdagangan Kamis (13/8). Posisi tersebut sama dengan penutupan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan rupiah terjadi di tengah pergerakan mata uang kawasan Asia yang bervariasi terhadap dolar AS. Yuan China menguat 0,01 persen, dolar Singapura naik 0,01 persen, yen Jepang terapresiasi 0,01 persen, dan dolar Hong Kong menguat 0,01 persen.
Sementara itu, peso Filipina melemah 0,22 persen, ringgit Malaysia terdepresiasi 0,09 persen, dan won Korea Selatan terkoreksi 0,50 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, mata uang utama negara maju juga bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Franc Swiss menguat 0,09 persen, sementara euro Eropa bergerak stabil.
Poundsterling Inggris melemah 0,09 persen, dolar Australia turun 0,18 persen, dan dolar Kanada terkoreksi 0,09 persen.
Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah ditutup datar di tengah sentimen pasar yang beragam.
"Rupiah ditutup datar terhadap dolar AS di tengah sentimen pasar yang beragam. Rupiah mendapat dukungan dari laporan bahwa Prabowo akan menunjuk figur internal untuk posisi puncak bank sentral, yang berpotensi mengurangi ketidakpastian arah kebijakan moneter setelah pengunduran diri Perry Warjiyo pada akhir bulan lalu," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.
Namun, ia mengatakan sentimen negatif dari pasar saham domestik membatasi penguatan rupiah.
"Namun, sentimen risk-off di IHSG setelah sejumlah saham Indonesia terdepak dari indeks MSCI menekan rupiah," tuturnya.
Sementara itu, indeks dolar AS juga bergerak relatif datar. Investor cenderung bersikap wait and see menjelang rilis data inflasi produsen Amerika Serikat (AS) malam ini.
(lau/sfr)