Rosan Sebut 10 Perusahaan Patuh TKDN Siap Garap Motor Listrik Nasional
CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan 10 perusahaan nasional memenuhi kriteria Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk memproduksi Motor Listrik Nasional (Molinas).
Rosan menyebut seluruh produsen tersebut akan berkolaborasi bersama PT LEN Industri (Persero) dan tim ahli untuk mencapai standar kualitas global.
"Bapak Presiden (Prabowo Subianto), kurang lebih ada 10 perusahaan nasional yang sudah memenuhi kriteria pemenuhan TKDN-nya oleh Kementerian Perindustrian, dan kita akan bersama-sama di bawah arahan dan juga di bawah kerja sama nanti dengan LEN dan juga oleh Profesor Sigit," ujar Rosan dalam peluncuran Motor Listrik Nasional (Molinas) di Bekasi, Kamis (13/8).
Rosan mengungkapkan industri kendaraan listrik dalam negeri dibidik untuk memenuhi standar internasional. Targetnya, ekosistem Molinas dapat memimpin pasar di dalam negeri, tingkat regional hingga global.
Lihat Juga : |
Pengembangan Molinas sendiri merupakan wujud sinergi strategis antara pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta pelaku usaha swasta nasional untuk mewujudkan kemandirian ekonomi Indonesia.
"Kalau kita lihat Bapak Presiden, ingredient-nya atau resepnya kita untuk motor listrik nasional ini semuanya ada di kita Bapak Presiden," kata Rosan.
Lebih lanjut, Rosan membeberkan salah satu potensi terbesar berada pada pemanfaatan cadangan nikel nasional yang mencapai 46 persen dari total cadangan dunia.
Dengan program hilirisasi, nikel diolah menjadi cell battery hingga battery pack berbasis nikel untuk menyokong kebutuhan ekosistem kendaraan listrik dalam negeri secara berkelanjutan.
Menurut Rosan, pasar kendaraan roda dua Indonesia sangat besar. Saat ini, terdapat sekitar 140 juta unit sepeda motor beroperasi di tanah air dengan angka penjualan tahunan mencapai 6 hingga 7 juta unit.
Namun, penetrasi motor listrik saat ini baru berada di kisaran 60 ribu hingga 70 ribu unit per tahun atau sekitar 1 persen.
Oleh karena itu, Rosan optimistis nilai potensi pasar motor listrik nasional mampu menembus angka US$170 miliar atau sekitar Rp3.038,5 triliun dengan pertumbuhan eksponensial ke depannya.
"kalau kami lihat ini potensi ke depannya, upside-nya ini bisa secara eksponensial. Dan oleh sebab itu, kami melihat juga market size-nya kurang lebih sampai US$170 miliar," tutur Rosan.
(fln/sfr)