IHSG Masih Berpeluang Menguat Jelang Akhir Pekan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi menguat pada perdagangan Jumat (14/8).
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih memiliki dua skenario pergerakan pada perdagangan hari ini. Dalam skenario terbaik, indeks berpeluang melanjutkan penguatan, sementara skenario terburuk membuka risiko koreksi.
"Dalam skenario terbaik, IHSG berpotensi menguat ke area 6.440-6.544. Namun, pada skenario terburuk, IHSG berisiko terkoreksi ke kisaran 5.890-6.192," ujar Herditya dalam riset hariannya.
Herditya memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 6.201, 6.029 dan resistance 6.454, 6.599 hari ini. Ia pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni BMRI, INDF, RAJA, dan ULTJ.
Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova memperkirakan indeks saham masih berisiko melanjutkan pelemahan pada perdagangan hari ini, dengan potensi koreksi semakin dalam jika mampu ditutup di bawah garis SMA-20.
"IHSG berpotensi melemah menguji support 6.194 atau bahkan 6.092 jika penutupan hariannya berada di bawah SMA-20. Sementara itu, resistance internal 6.422 yang belum tersentuh mengindikasikan adanya risiko pembalikan tren," ujar Ivan.
Dia pun memprediksi IHSG bergerak di level support 6.194, 6.092, 6.025, dan 5.887 dan resistance 6.422, 6.545, 6.700, dan 6.835 hari ini. Ivan pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni ADMR, AMRT, BRPT, dan INCO.
IHSG ditutup di level 6.301 pada perdagangan Kamis (13/8) sore. Indeks saham melemah 72,08 poin atau minus 1,13 persen dari perdagangan sebelumnya.
Mengutip RTI Infokom, investor melakukan transaksi sebesar Rp13,59 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 28,27 miliar saham.
Pada penutupan kemarin, 175 saham menguat, 452 terkoreksi, dan 164 stagnan.
Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.