Prabowo Klaim Jalankan 121 Kebijakan Transformatif dalam 21 Bulan
Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan transformatif dalam 21 bulan pemerintahan.
Kebijakan tersebut diarahkan untuk mulai menyelesaikan berbagai persoalan negara yang selama bertahun-tahun dianggap sulit dituntaskan.
Prabowo menyampaikan hal itu dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPR setelah 21 bulan sejak mengucapkan sumpah jabatan
"Saya belum bisa mengatakan bahwa seluruh persoalan bangsa telah selesai atau bahwa seluruh janji yang saya ucapkan telah tertunaikan, belum. Tetapi dalam waktu kurang lebih dari dua tahun, kita telah buktikan bahwa dengan keberanian mengambil keputusan dengan kerja keras didasari oleh hati yang tulus, kehendak yang jelas, orientasi kepada rakyat dan dengan gotong royong seluruh unsur bangsa, masalah-masalah yg selama puluhan tahun dianggap sangat rumit atau terlalu rumit dapat kita mulai selesaikan," kata Prabowo, Jumat (14/8).
Ia mengakui belum menyelesaikan seluruh persoalan bangsa maupun menuntaskan seluruh janji yang pernah disampaikan. Namun, yang terjadi dalam 21 bulan pertama pemerintahannya adalah dimulainya proses penyelesaian terhadap berbagai persoalan yang sebelumnya telah berlangsung selama puluhan tahun.
Prabowo kemudian memaparkan jumlah kebijakan yang telah diputuskan dan dijalankan pemerintah hingga saat ini. Dalam 663 hari, pemerintah telah menjalankan 121 kebijakan transformatif.
"Saya tidak mengatakan selesai. Saya mengatakan kita mulai selesaikan. Dalam 21 bulan tepatnya 663 hari sampai hari ini pemerintah yang saya pimpin telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan-kebijakan transformatif untuk menyelesaikan masalah-masalah negara," ujarnya.
Menurut Prabowo, sebagian persoalan yang menjadi sasaran kebijakan tersebut telah berlarut-larut selama puluhan tahun. Jika dihitung berdasarkan periode 663 hari, ia menyebut pemerintah rata-rata menjalankan satu kebijakan transformatif setiap lima hari.
Prabowo juga menyinggung beban kerja para menteri dan pembantunya dalam menjalankan berbagai kebijakan tersebut. Ia mengatakan sejumlah pejabat pemerintah mengalami masalah kesehatan akibat beban pekerjaan.
"Artinya kita bisa mengatakan bahwa kita telah putuskan satu kebijakan transformatif setiap lima hari. Demikian kerasnya menteri-menteri saya dan pembantu-pembantu saya telah bekerja, beberapa di antara mereka masuk rumah sakit, ada yang pingsan, ada yang operasi, banyak yang kecapekan," kata Prabowo.