Prabowo Pamer Ojol Makin Sejahtera: Pengemudi Dapat 92 Persen
Presiden Prabowo Subianto memamerkan langkah intervensi pemerintah pada penyesuaian skema pembagian hasil minta pengemudi ojek online (ojol) telah mendorong kesejahteraan pengemudi.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam Pidato Kenegaraan Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPR, Jumat (14/8).
"Para pengemudi sekarang dapat 92 persen dari jerih payah mereka. Banyak yang ngelaporin penghasilan mereka naik signifikan, ada yang naik 2 kali bahkan ada 3 kali," pamer Prabowo dalam pidatonya.
Melalui langkah intervensi yang dikemas dalam bentuk rekomendasi resmi pemerintah, skema bagi hasil diklaim jauh lebih memihak kepada para pekerja di lapangan.
Lihat Juga :PIDATO KENEGARAAN PRESIDEN Prabowo: DSI Telah Kelola Devisa Ekspor Rp227 T dalam 2 Bulan |
Selain itu, Prabowo juga mengingatkan bahwa kekuatan ekonomi Indonesia ada pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Di mana, para pengemudi ojol nantinya akan menyandang status sebagai pelaku usaha mikro.
Penetapan status pengemudi ojol ini akan tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) tentang ekosistem transportasi digital. Aturan ini sedang memasuki tahap finalisasi
"Kita atur pembagian hasil lebih adil untuk pengemudi ojek online, kalau tadinya cuman 80 persen untuk pengemudi, dengan rekomendasi pemerintah menjadi 92 persen," jelasnya.
Sebelumnya, Menteri UMKM Maman Abdurrahman sempat menghitung penghasilan rata-rata pengemudi ojol diperkirakan berkisar Rp10 juta hingga Rp15 juta per bulan.
Angka tersebut masih jauh di bawah batas pendapatan kena pajak tahunan sebesar Rp500 juta atau sekitar Rp40 juta per bulan, sehingga pengemudi ojol dipastikan terbebas dari pungutan pajak.
(ins)