Prabowo Ungkap Lokasi Sementara PFII: Jakarta, Bali Menyusul
Presiden Prabowo Subianto mengungkap lokasi sementara Pusat Finansial International Indonesia (PFII) akan berada di Jakarta sebelum nantinya dikembangkan di Bali.
PFII disiapkan sebagai pusat keuangan yang mencakup investasi, teknologi finansial hingga penyelesaian sengketa komersial berstandar internasional.
"Kita telah tentukan lokasi sementara PFII di Jakarta dan begitu bisa kita buka juga PFII di Bali. Dan mungkin ada kawasan lain di bagian lain dari Republik Indonesia yang menarik bagi dana-dana besar dari luar negeri," kata Prabowo dalam Pidato Penyampaian RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan di DPR RI, Jakarta, Jumat (14/8).
Prabowo mengatakan PFII nantinya diarahkan menjadi pusat keuangan baru di Jakarta dan Bali. Kegiatannya mencakup perbankan, asuransi, pasar modal, derivatif, bursa karbon, bullion, fintech, keuangan syariah, family office, treasury center, hingga manajemen investasi.
Selain itu, PFII akan memiliki sejumlah lembaga, mulai dari Dewan Pertimbangan, Dewan PFII, Lembaga Pengelola PFII, Lembaga Pengawas Jasa Keuangan PFII, Pengadilan PFII di bawah Mahkamah Agung, hingga Lembaga Arbitrase PFII.
Lihat Juga :NOTA KEUANGAN RAPBN 2027
RAPBN 2027, Prabowo Bidik Penerimaan Negara Rp3.426 T |
Pemerintah juga menyiapkan sejumlah ketentuan khusus untuk mendukung kegiatan di kawasan tersebut. Bahasa Inggris dapat digunakan dalam kontrak, sementara prinsip hukum komersial dan standar internasional dapat diadopsi.
Prabowo juga menyebut hakim ad hoc dapat berasal dari talenta hukum terbaik dari Indonesia maupun dunia.
Di sisi lain, PFII akan menyediakan kepastian transfer dan repatriasi modal serta laba, fasilitas perpajakan untuk kegiatan yang memenuhi syarat, golden visa, dan pelayanan perizinan yang kompetitif.
Meski memberikan sejumlah kemudahan, pemerintah tetap akan menerapkan aturan antipencucian uang, transparansi pemilik manfaat, kewajiban perpajakan, serta pertukaran informasi internasional.
"Kita membangun PFII agar modal dunia menemukan kepastian di Indonesia, talenta terbaik bekerja di Indonesia, dan transaksi atas kekayaan Indonesia diselesaikan di Indonesia," tutur Sang Kepala Negara.
Prabowo mengatakan Jakarta dan Bali nantinya diharapkan menjadi lokasi penghimpunan modal global sekaligus pusat pembiayaan bagi pembangunan Indonesia.
"Jakarta dan Bali harus menjadi tempat modal dunia dihimpun dan masa depan Indonesia dibiayai," imbuhnya lebih lanjut.
CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani sebelumnya mengatakan PFII akan lebih dulu beroperasi di Jakarta sebagai masa transisi sebelum dikembangkan di Bali.
Menurut Rosan, pembangunan pusat keuangan bertaraf internasional di Bali membutuhkan persiapan sekitar dua hingga tiga tahun. Selama masa tersebut, operasional awal PFII di Jakarta akan menggunakan salah satu aset Danantara, yakni Gedung Danareksa.
(del/agt)