Zulhas Minta Maaf MBG Banyak Masalah Selama Setahun Terakhir

CNN Indonesia
Jumat, 14 Agu 2026 21:07 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat konferensi pers RAPBN & Nota Keuangan Anggaran 2027
Menko Pangan Zulkifli Hasan meminta maaf kepada publik terkait pelaksanaan MBG selama sekitar setahun lebih yang diwarnai berbagai persoalan dan polemik. (Tangkapan layar Youtube Kemenkeu).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meminta maaf kepada publik terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama sekitar setahun lebih yang diwarnai berbagai persoalan dan polemik.

Ia menyorot MBG menyerap porsi anggaran terbesar, tetapi justru dalam pelaksanaannya di lapangan masih menghadapi dinamika yang cukup berat.

Pria yang akrab disapa Zulhas ini pun menargetkan perbaikan menyeluruh terhadap program prioritas pemerintah tersebut dapat dilakukan dalam kurun waktu dua bulan ke depan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sementara anggaran yang paling besar yang kami koordinasikan itu MBG. Kami minta maaf hampir satu tahun lebih ya gonjang-ganjing luar biasa terjadi di sana-sini," ujar Zulhas dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pusat Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu), Jumat (14/8).

Ia menjelaskan selama berjalannya program, lintas kementerian sempat menemukan sejumlah kejanggalan pada operasional MBG. Karenanya, pemerintah telah mengambil langkah tegas untuk menindaklanjuti temuan-temuan tersebut.

Pemerintah meminta waktu selama dua bulan untuk melakukan pemfokusan ulang atau refocusing agar tata kelola dan distribusi program MBG menjadi lebih terarah.

"Kami terus-menerus pada waktu itu hampir semua kementerian menemukan beberapa kejanggalan dan sudah diambil tindakan. Dan alhamdulillah sekarang dipimpin yang baru, anak muda, Mas Dar (Kepala BGN Sudaryono), yang terbuka, cerdas ya. Kita minta waktu dua bulan refocusing," tuturnya.

Selama masa perbaikan dua bulan ini, BGN tengah memfokuskan untuk menuntaskan penyaluran di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), yakni wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua, dan Maluku dalam waktu satu bulan ke depan.

Selain itu, MBG juga lebih menyasar kelompok rentan yang mencakup sekitar 11 juta penerima manfaat dari kalangan ibu hamil, ibu menyusui, serta balita yang ditargetkan selesai dalam rentang satu hingga dua bulan.

[Gambas:Video CNN]

(fln/sfr)