Sampah Jadi Cuan, GO-SARI Gerakkan Ekonomi Sirkular Warga Bantul

Pertamina | CNN Indonesia
Sabtu, 15 Agu 2026 09:45 WIB
(Foto: dok Pertamina)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Pertamina (Persero) menyerahkan secara simbolis dukungan PLTS Program Desa Energi Berdikari (DEB) serta perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja TPS 3R GO-SARI di Guwosari Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, pada Rabu (12/8).

Penyerahan secara simbolis ini diikuti penyaluran 771 paket sembako kepada masyarakat prasejahtera di sekitar wilayah program.

PLTS itu berkapasitas 6,6 kWp dengan baterai 10 kWh. Energi yang dihasilkan dimanfaatkan untuk mendukung operasional berbagai peralatan pengolahan sampah.

Local Hero Program DEB GO-SARI Rehabcycle dan pengelola TPS 3R GO-SARI, Hendry, mengatakan bahwa pemanfaatan PLTS mampu mengurangi biaya listrik operasional hingga sekitar 60 persen. Dari Rp3,5 juta-Rp4 juta per bulan, kini biaya listrik bisa dipangkas hingga Rp1,5 juta-Rp2 juta per bulan.

"Dengan dibantu PLTS, kebutuhan listrik kami bisa dihemat sampai sekitar 60 persen. Teman-teman juga tetap bisa bekerja ketika terjadi pemadaman listrik," ujar Hendry.

Manfaat ekonomi GO-SARI juga dirasakan langsung oleh para pekerja. Ardian Sajidanto, yang telah bekerja hampir 2,5 tahun di TPS 3R GO-SARI, mengatakan pekerjaan tersebut menjadi salah satu sumber penghasilan bagi keluarganya.

"Dari segi pendapatan, alhamdulillah bisa membantu ekonomi saya dan keluarga. Bisa untuk membeli susu anak juga," ujar Ardian.

Pertamina telah hadir mendampingi warga Guwosari sejak tahun 2022. Sebelumnya, peningkatan volume sampah dan kebijakan pemerintah daerah (Pemda) menutup Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan mendorong warga Guwosari mencari cara agar masalah dapat diselesaikan dari sumbernya. TPS 3R GO-SARI jadi solusinya.

Di TPS 3R GO-SARI, sebanyak sekitar 3-3,5 ton sampah rumah tangga dikelola setiap hari. Sampah dikumpulkan, dipilah, dan dimanfaatkan kembali menjadi kompos, pakan ternak, material daur ulang, hingga berbagai produk bernilai ekonomi.

Pengelolaan sampah tersebut dikembangkan menggunakan pendekatan sederhana yang dekat dengan keseharian. Sampah dikelompokkan menjadi "bosok, rosok, popok, dan bodongkok" agar lebih mudah dipahami dan dipilah.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah, Taufik Kurniawan, mengatakan dukungan diarahkan agar pengelolaan sampah tidak berhenti pada penyelesaian persoalan lingkungan, tetapi dapat berkembang menjadi kegiatan produktif yang dikelola masyarakat secara mandiri.

"Kita tentunya tidak ingin setelah Pertamina pergi, program yang sudah sangat bagus ini berlalu begitu saja. Sehingga kami tidak hanya memberikan program CSR, tetapi juga memandirikan mereka," ujar Taufik.

Kini, TPS 3R GO-SARI melayani sekitar 1.500 rumah tangga, membuka lapangan kerja bagi 27 warga setempat. Berbagai kegiatan produktif yang dikembangkan juga menghasilkan total pendapatan sekitar Rp98 juta per bulan.

Dalam implementasinya, pengolahan sampah turut melibatkan kelompok lansia serta warga binaan Rutan Kelas IIB Bantul dalam pengolahan plastik menjadi eco furniture.

Lalu, layanan GO-SARI juga diperkuat melalui aplikasi Gosari Lestari yang mendukung pembayaran layanan persampahan, tabungan sampah anorganik, hingga pemasaran produk hasil pengolahan.

Dari persoalan sampah, masyarakat Guwosari berhasil membangun kegiatan produktif yang memberikan manfaat berlapis. Sampah yang berakhir di pembuangan dapat ditekan, lapangan kerja terbuka, sumber penghasilan bertumbuh, sementara energi bersih membantu membuat kegiatan pengolahan semakin efisien.

"Harapannya mereka bisa mandiri, bisa berdikari, dan tanpa pembimbingan kita mereka juga bisa melanjutkan dan meningkatkan lagi pendapatan yang dihasilkan," pungkas Taufik.

(rea/rir)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK