Amran Sanggupi Target Prabowo Swasembada Bawang Putih 3 Tahun

CNN Indonesia
Sabtu, 15 Agu 2026 12:05 WIB
Mentan Amran Sulaiman optimistis capai swasembada bawang putih dalam tiga tahun dan daging sapi dalam lima tahun. (Foto: CNN Indonesia/Dela Naufalia Fitriyani)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan pemerintah optimistis mengejar target Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai swasembada bawang putih dalam tiga tahun.

Untuk swasembada daging sapi, Amran menyebut target yang diberikan Presiden lebih panjang, yakni lima tahun.

Pernyataan itu disampaikan Amran setelah Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI mengatakan pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah untuk mencapai swasembada bawang putih serta daging sapi dan daging kerbau.

Amran menjelaskan bawang putih memiliki karakteristik berbeda dari sejumlah komoditas pangan seperti padi dan jagung. Bibit bawang putih harus melalui masa dorman sekitar delapan bulan sebelum dapat ditanam.

"Doakan [agar swasembada bisa tercapai], karena gini, bawang putih itu tantangannya ya, bawang putih itu harus dorman delapan bulan, tidak seperti padi jagung," kata Amran dalam konferensi pers di kediamannya, Jakarta Selatan, Jumat (14/8).

Oleh karena itu, pemerintah juga memperhitungkan kondisi geografis dalam pengembangan produksi bawang putih. Amran mengatakan daerah dengan ketinggian sekitar 1.000-1.200 meter di atas permukaan laut dipilih sebagai sentra produksi.

"Yang kedua adalah daerah ketinggian, makanya kami pilih Sembalun, tanggal 19 kita tanam bersama bersama Kapolri seluruh Indonesia, kemudian [kami] pilih Kabupaten Humbang Hasundutan dengan Jawa Tengah ini jadikan sentra karena ketinggian dari permukaan laut itu adalah 1.000 sampai 1.200 [meter] itu paling bagus," ujarnya.

Amran menyatakan optimistis target swasembada bawang putih dalam tiga tahun dapat dicapai. Optimisme itu salah satunya didasarkan pada perbandingan skala produksi yang harus dikejar pemerintah.

Lihat Juga :

Menurutnya, kebutuhan untuk mencapai swasembada bawang putih berada di kisaran 100 ribu ton, sementara pemerintah sebelumnya mampu mengawal produksi beras dari lahan sawah yang mencapai sekitar 7,4 juta hektare.

Amran menilai target bawang putih tersebut masih berada dalam skala yang dapat dikejar, meski ia tetap mengingatkan bahwa hasil akhirnya bergantung pada pelaksanaan di lapangan.

"Jadi gini, yang 7 juta [hektare sawah untuk beras] saja bisa kita kawal [swasembada] oleh Bapak Presiden, 7,4 juta beras sawah hektare, apa lagi cuma 50-100 juta [hektare untuk bawang putih]. Kita berdoa, enggak boleh takabur," kata Amran.

Ia mengingatkan bahwa pemerintah sebelumnya menargetkan swasembada beras dalam empat tahun, tetapi realisasinya tercapai dalam satu tahun.

"Saya tidak pernah janji bahwa swasembada [beras)]satu tahun. [Kemarin saya target swasembada beras] empat tahun kan, tapi Allah kasih satu tahun, jadi jangan takabur," ujarnya.

Sebelumnya, Prabowo menyatakan daging sapi dan daging kerbau masih menjadi komoditas yang belum swasembada. Sementara daging ayam, telur, ikan, serta sejumlah komoditas pangan lainnya disebut telah mampu memenuhi kebutuhan protein nasional dari produksi dalam negeri.

Di sisi lain, menurut dia Indonesia telah mencapai swasembada delapan komoditas pangan dalam setahun terakhir, yakni beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

Capaian tersebut lebih cepat dari target pemerintah yang sebelumnya memproyeksikan swasembada pangan dalam empat tahun. Namun, pemerintah masih menetapkan sejumlah target lanjutan, termasuk swasembada bawang putih dalam tiga tahun serta daging sapi dan daging kerbau.

(del/dmi)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK