Anggaran MBG Rp240,2 T di RAPBN 2027, Sasar 72,1 Juta Penerima

CNN Indonesia
Rabu, 19 Agu 2026 11:11 WIB
Pemerintah mengalokasikan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp240,2 triliun pada RAPBN 2027. Ilustrasi. (CNN Indonesia/ Farid).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah mengalokasikan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp240,2 triliun pada RAPBN 2027.

Angka ini untuk memenuhi kebutuhan sasaran 72,1 juta penerima manfaat yang terdiri dari siswa, prasiswa, Ibu hamil/menyusui dan balita.

Adapun anggaran MBG tahun depan ini lebih rendah dibandingkan dengan 2026 yang ditetapkan sebesar Rp268 triliun dengan target 82,9 juta penerima manfaat.

"Pada RAPBN 2027, anggaran untuk program MBG melalui BGN direncanakan sebesar Rp240.201,5 miliar. Pada 2027, program MBG diharapkan dapat memenuhi kebutuhan 72,1 juta penerima manfaat," tulis Buku 2 Nota Keuangan yang dikutip Selasa (18/8).

MBG untuk anak sekolah dilakukan melalui pemberian makanan bergizi dan susu gratis di sekolah dan pesantren, yang diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak sekolah serta memperbaiki daya tahan tubuh dengan gizi yang seimbang.

Makanan yang disajikan dalam program ini dirancang sedemikian rupa sehingga memenuhi kebutuhan nutrisi penerima manfaat serta menggunakan bahan makanan yang diolah dari sumber pangan lokal.

Komposisi makanan kepada masing-masing kelompok sasaran memperhatikan kecukupan energi dan gizi sesuai umur dan jenis kelamin penerima MBG di mana makanan yang diberikan terdiri dari makanan pokok, sayuran, lauk pauk, buah-buahan, serta susu sebagai pelengkap.

Tahun depan, ada lima fokus arah kebijakan program MBG. Berikut rinciannya:

(1) Perbaikan tata kelola pelaksanaan program MBG secara komprehensif;
(2) Penataan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) termasuk adanya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi untuk menjamin kualitas pemenuhan gizi dan layanan SPPG kepada penerima manfaat;
(3) Refocusing penerima manfaat program MBG;
(4) Pembentukan command centre program MBG untuk meningkatkan koordinasi antar lintas sektor; dan
(5) Penyusunan survei status gizi penerima manfaat program MBG.

(ldy/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK