ESDM Kantongi 9.000 Hektare Lahan untuk Kejar PLTS 30 GW

CNN Indonesia
Kamis, 20 Agu 2026 06:35 WIB
Kementerian ESDM mengidentifikasi sekitar 9.000 hektare lahan yang siap dimanfaatkan untuk mendukung program pembangunan PLTS berkapasitas 30 GW. (CNN Indonesia/ Endrapta Ibrahim).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengidentifikasi sekitar 9.000 hektare lahan yang siap dimanfaatkan untuk mendukung program pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 30 gigawatt (GW).

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan lahan tersebut berasal dari aset yang dikuasai pemerintah, termasuk bank tanah yang berada di bawah pengelolaan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

"Untuk persiapan 30 gigawatt, kita juga sudah melakukan identifikasi lahan-lahan pemerintah yang bisa dimanfaatkan, termasuk bank tanah yang dikontrol oleh ATR BPN," ujar Yuliot kepada wartawan usai menghadiri Indonesia Sustainable Energy Week (ISEW) 2026 di Jakarta, Rabu (19/8).

"Kan dari Kementerian ATR sudah mengidentifikasi lahan yang siap digunakan sekitar 9.000 hektare," imbuh Yuliot.

Selain lahan pemerintah, ESDM juga menjajaki pemanfaatan waduk untuk pembangunan PLTS. Salah satu lokasi yang disebut adalah Waduk Saguling di Jawa Barat.

Yuliot mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terkait pemanfaatan sumber daya air di kawasan tersebut.

"Termasuk juga pemanfaatan waduk. Jadi untuk minggu kemarin, saya juga sudah melakukan koordinasi bersama-sama dengan Wamen Pekerjaan Umum. Itu juga untuk Saguling, itu izin pemanfaatan sumber daya airnya sudah bisa diterbitkan," ujarnya.

Menurut Yuliot, PLTS Saguling memiliki potensi kapasitas sekitar 100-150 megawatt (MW). Proyek tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya pemerintah memanfaatkan lahan dan sumber daya yang tersedia untuk mempercepat pengembangan energi surya.

"Untuk Saguling potensinya sekitar 100-150 MW," ujar Yuliot.

Program pembangunan PLTS tersebut menjadi bagian dari agenda pemerintah dalam meningkatkan kapasitas energi terbarukan sekaligus mendukung transisi energi nasional.

Kementerian ESDM sebelumnya menyatakan percepatan pembangunan pembangkit energi terbarukan diperlukan, salah satunya untuk menyediakan sumber energi pengganti dalam rencana pengurangan pembangkit listrik dengan emisi tinggi.

Yuliot mengatakan kesiapan lahan menjadi salah satu aspek yang terus dikebut pemerintah agar target pengembangan PLTS dapat direalisasikan.

(lau/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK