Purbaya Hitung Pembatasan BBM Subsidi Bisa Hemat Anggaran 10 Persen

CNN Indonesia
Kamis, 20 Agu 2026 17:50 WIB
Menteri Keuangan Purbaya saat konferensi pers RAPBN & Nota Keuangan Anggaran 2027
Menkeu Purbaya menyatakan penataan BBM subsidi dapat menghemat anggaran hingga 10 persen. Adapun pembatasan akses untuk desil 10 sedang dikaji. (FOTO:Tangkapan layar Youtube Kemenkeu).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan penataan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) subsidi berpotensi menghemat anggaran subsidi sekitar 10 persen.

Bendahara Negara itu mengungkapkan saat ini pemerintah masih menghitung besaran penghematan yang dapat diperoleh dari penataan BBM subsidi.

"Nanti ada penghematan, kita masih menghitung. Kira-kira sepersepuluhnya kalau enggak salah," ujarnya ditemui di kawasan DPR RI, Kamis (20/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Purbaya, salah satu skema yang tengah disiapkan untuk menata penyaluran BBM subsidi adalah yakni membatasi akses bagi kelompok masyarakat dalam desil 10.

Ia memastikan pembatasan tersebut bukan merupakan kebijakan untuk memperketat penyaluran BBM subsidi, melainkan bagian dari upaya memastikan subsidi diterima oleh kelompok masyarakat yang berhak.

"Enggak, enggak diperketat. Cuma akan dipastikan nanti yang saya tahu ya, supaya tepat sasaran. Mungkin kita akan coba nanti berapa bulan ke depan, yang desil 10, kita batasin dulu," kata Purbaya.

[Gambas:Youtube]

Sebelumnya, Purbaya telah bertemu dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk membahas rencana pembatasan subsidi BBM jenis Pertalite untuk kelompok masyarakat mampu, khususnya desil 9 dan 10, pada Selasa, 11 Agustus 2026.

Ditemui kemarin, Bahlil mengungkapkan rencana pembatasan Pertalite untuk kelompok masyarakat desil 9 dan 10 masih dikaji. Ia memastikan saat ini kebijakan yang berlaku untuk pengisian Pertalite masih sama seperti aturan berjalan.

"Pembatasan pertalite sekarang kan kita masih dalam kajian, lagi dikaji. Kalau sampai dengan keputusan kajian belum ada, masih seperti sekarang ini," ujar Bahlil ketika ditemui di sela-sela acara Geothermal Convention & Exhibition di Jakarta International Convention Center, Rabu (19/8).

(ldy/ins)