KAI Targetkan Tahap Pertama Proyek Green Line Rampung 2027
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menargetkan tahap pertama pengembangan KRL Green Line lintas Tanah Abang-Rangkasbitung rampung pada 2027.
Tahap awal proyek ini akan difokuskan pada penambahan lima gardu listrik agar rangkaian KRL 12 gerbong atau SF12 dapat dioperasikan di lintas tersebut.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan proyek Green Line saat ini masih dalam tahap finalisasi detail engineering design (DED). Setelah tahap pertama selesai, pengembangan dilanjutkan dengan peningkatan kapasitas gardu lama dan sistem persinyalan untuk memperpendek jarak antarperjalanan atau headway.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Green Line nanti segera kita mulai. Sekarang sedang finalisasi dari DED-nya. Nanti Green Line itu ada tiga tahap. Tahap pertama adalah kita tambahkan ada lima gardu dulu ya, sehingga listriknya naik dulu begitu listriknya naik kita bisa masuk SF12 di situ," kata Bobby di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (21/8).
Ia mengatakan tahap berikutnya mencakup peningkatan kapasitas gardu-gardu lama. Bersamaan dengan itu, sistem persinyalan juga akan ditingkatkan sehingga frekuensi perjalanan KRL dapat ditambah.
"Setelah itu nanti kita upgrading, jadi gardu-gardu yang lama kita upgrading semua sehingga nanti headway-nya bisa lebih singkat plus dengan nanti persinyalannya juga akan kita tingkatkan," ujar Bobby.
Bobby menargetkan tahap pertama pengembangan Green Line dapat rampung pada 2027.
"Iya, 2027 sudah diharapkan tahap satunya selesai ya," imbuh Bobby.
Pengembangan Green Line juga dibarengi rencana penambahan dan modernisasi rangkaian KRL. Bobby mengatakan seluruh rangkaian yang beroperasi nantinya ditargetkan menggunakan konfigurasi 12 gerbong.
Saat ini, KAI telah memiliki 19 rangkaian SF12 yang beroperasi. Selain itu, masih ada sembilan unit dari PT Industri Kereta Api (INKA) yang akan masuk hingga akhir tahun.
"Rangkaian kan semua nanti akan 12. Jadi ada sekarang itu kan yang sudah jalan itu 11 plus delapan itu 19 rangkaian yang sudah SF12. Yang baru-baru dari China dan dari INKA kita masih punya sisa itu dari INKA ada sembilan unit lagi. Ada sembilan unit lagi nanti sampai akhir tahun akan masuk juga," kata Bobby.
Tidak berhenti pada penambahan rangkaian baru, KAI juga akan memodernisasi lebih dari 86 rangkaian kereta yang saat ini masih memiliki konfigurasi delapan hingga 10 gerbong. Setelah dimodernisasi, seluruh rangkaian tersebut akan menjadi SF12.
"Kemudian nanti kita akan modernisasi lebih dari 86 train set yang sekarang rangkaian delapan sampai rangkaian 10 semua kita akan modernisasi jadi rangkaian 12 semua," ujar Bobby.
Pengembangan tersebut dilakukan di tengah peningkatan jumlah pengguna KRL lintas Rangkasbitung. Berdasarkan data KAI, jumlah penumpang di lintas tersebut naik dari 43,3 juta orang pada 2022 menjadi 77,5 juta orang pada 2025. Sementara sepanjang Januari-Maret 2026, jumlah pengguna telah mencapai 20,2 juta penumpang.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meminta KAI mempercepat penambahan rangkaian KRL Green Line untuk mengantisipasi pertumbuhan jumlah penumpang.
Pengembangan kapasitas tersebut juga ditujukan untuk memperpendek headway KRL yang saat ini sekitar 10 menit.