Pulihkan Konektivitas Flores, PU Mobilisasi 3 Jembatan Bailey
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memobilisasi tiga unit jembatan Bailey untuk memulihkan konektivitas di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang terdampak gempa pada 15 Agustus 2026.
Tiga jembatan sementara tersebut masing-masing memiliki bentang 30 meter. Jembatan Bailey dimobilisasi dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali, BPJN Nusa Tenggara Barat (NTB), dan BBPJN Sulawesi Selatan.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pemulihan akses menjadi salah satu prioritas pemerintah agar mobilitas warga dan distribusi bantuan ke wilayah terdampak dapat kembali berjalan.
"Yang penting sekarang bagaimana kebutuhan masyarakat bisa segera kita layani," ujar Dody dalam keterangan tertulis, Jumat (21/8).
Jembatan Bailey dari BBPJN Sulawesi Selatan saat ini dalam proses pengangkutan komponennya ke kendaraan logistik. Pengiriman rangka jembatan dijadwalkan pada Senin (24/8), menunggu jadwal kapal dari Pelabuhan Selayar menuju Labuan Bajo.
Komponen dan rangka jembatan tersebut ditargetkan tiba di Flores pada Rabu (26/8).
Sementara itu, jembatan Bailey dari BBPJN Jawa Timur-Bali saat ini berada di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Jembatan tersebut dijadwalkan diangkut pada Jumat (21/8) menuju Pelabuhan Ende.
Setibanya di Ende, komponen jembatan akan dikirim melalui jalur darat menuju Ruteng dan Labuan Bajo.
Adapun jembatan Bailey dari BPJN NTB kini dalam perjalanan darat menuju Pelabuhan Sape, Kabupaten Bima.
Jika tidak ada hambatan, komponen jembatan akan diberangkatkan menggunakan kapal feri menuju Labuan Bajo pada Sabtu (22/8) dan ditargetkan tiba di Flores pada Rabu (26/8).
Kementerian PU terus berkoordinasi untuk memastikan mobilisasi ketiga jembatan tersebut berjalan sesuai rencana. Penempatan jembatan sementara nantinya disesuaikan dengan hasil pemeriksaan teknis serta kebutuhan di lapangan.
Selain menyiapkan akses sementara, Kementerian PU tengah mengidentifikasi kerusakan Jembatan Wae Pesi yang memiliki panjang sekitar 100 meter di ruas Ruteng-Reo-Kedindi, Kabupaten Manggarai.
Berdasarkan survei awal, ditemukan adanya pergeseran pada sejumlah pilar dan abutmen jembatan. Selain itu, terdapat kerusakan pada *expansion joint*.
Kementerian PU kini melakukan pemeriksaan lebih detail untuk menentukan metode penanganan yang tepat terhadap Jembatan Wae Pesi.
Pemeriksaan teknis juga terus dilakukan terhadap infrastruktur lainnya yang terdampak gempa. Hasil pemeriksaan akan menjadi dasar bagi pemerintah untuk menentukan penanganan lanjutan.
Kementerian PU berharap mobilisasi jembatan sementara dan penanganan infrastruktur terdampak dapat mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat serta menjaga kelancaran distribusi bantuan dan logistik di Flores.
(ldy/sfr)