Bos VW Ungkap Perusahaan Lebih dari Kritis, Terancam Tutup Pabrik

CNN Indonesia
Senin, 24 Agu 2026 19:04 WIB
CEO VW Oliver Blume mengungkap kondisi perusahaan saat ini 'lebih dari kritis' di tengah tekanan industri otomotif global hingga ancaman penutupan pabrik. Ilustrasi. (AFP/RONNY HARTMANN).
Jakarta, CNN Indonesia --

CEO Volkswagen (VW) Oliver Blume mengungkap kondisi perusahaan saat ini 'lebih dari kritis' di tengah tekanan industri otomotif global, persaingan dengan China, hingga ancaman penutupan sejumlah pabrik.

Pernyataan tersebut disampaikan Blume menjelang pertemuan dengan para pekerja Volkswagen di sejumlah fasilitas perusahaan di Jerman. Dalam pertemuan itu, dia akan menjelaskan rencana penghematan dan restrukturisasi perusahaan.

Mengutip AFP, Senin (24/8), Blume mengatakan Volkswagen dan industri otomotif Jerman menghadapi perubahan terbesar dalam sejarah akibat berbagai tekanan global dan persaingan dari produsen China.

"Situasi yang kami hadapi saat ini lebih dari kritis," ujar Blume dalam wawancara yang dipublikasikan di intranet perusahaan.

Menurutnya, tingkat keuntungan Volkswagen saat ini belum cukup untuk memastikan perusahaan memiliki sumber daya dalam jangka panjang guna mengembangkan teknologi, produk baru, maupun mempertahankan lokasi produksinya.

Volkswagen tengah mempertimbangkan pemangkasan tenaga kerja dalam jumlah besar. Namun, Blume menegaskan belum ada keputusan final mengenai penutupan pabrik.

Meski demikian, dia menyebut perusahaan belum melihat jalan agar sejumlah pabrik dapat tetap mencetak keuntungan pada dekade 2030an. Pabrik yang dimaksud berada di Emden, Hannover, Zwickau dan Neckarsulm.

"Kami saat ini tidak dapat melihat cara agar (pabrik) di Emden, Hannover, Zwickau dan Neckarsulm tetap menguntungkan pada 2030an," jelasnya.

Blume mengatakan penutupan pabrik akan menjadi solusi terakhir. Karena itu, Volkswagen masih mencari alternatif penggunaan fasilitas yang produksinya kemungkinan dihentikan.

Salah satunya adalah pabrik di Osnabrueck. Perusahaan disebut tengah melakukan pembicaraan lanjutan dengan sejumlah perusahaan dari industri pertahanan untuk mencari penggunaan alternatif bagi fasilitas tersebut.

Selain potensi penutupan pabrik, Volkswagen juga menghadapi persoalan kelebihan produksi di Eropa. Blume memperkirakan terdapat kapasitas produksi berlebih hingga sekitar 500 ribu kendaraan per tahun.

Tekanan terhadap Volkswagen tidak hanya berasal dari persaingan dengan produsen China. Blume juga menyoroti tarif Amerika Serikat (AS), perang di Timur Tengah, serta beban regulasi sebagai tantangan yang semakin memperberat kondisi perusahaan.

Ketika ditanya apakah situasi industri otomotif akan membaik, Blume justru memperingatkan bahwa risiko global berpotensi semakin memburuk.

"Sebaliknya, kita harus berasumsi bahwa risiko akan semakin memburuk di seluruh dunia," pungkasnya.

(ldy/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK