Bansos dan Subsidi Sering Salah Sasaran, Ini Jurus Purbaya
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah akan mengandalkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk meningkatkan ketepatan sasaran penyaluran subsidi dan bantuan sosial (bansos).
Purbaya mengatakan penggunaan DTSEN menjadi bagian penting dalam memastikan anggaran negara benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
"Pemerintah akan terus menggunakan DTSEN sebagai sumber utama untuk merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi agar program pembangunan lebih tepat sasaran, efektif, efisien, dan akuntabel," ujar Purbaya dalam Rapat Paripurna, Kamis (27/8).
Hal ini disampaikan Purbaya menanggapi pandangan Fraksi PDI untuk memastikan setiap program pemerintah betul-betul dirasakan masyarakat yang membutuhkan.
Lihat Juga : |
"Fraksi PDIP memandang DTSEN sebagai bagian dari solusi untuk menetapkan penerima subsidi dan bantuan sosial tepat sasaran dan harus membangun sinergi dengan pemerintah daerah dalam memvalidasi DTSEN," jelas Purbaya.
Dalam tanggapannya, Purbaya juga menyampaikan pemerintah akan terus menjaga sasaran pertumbuhan ekonomi bisa tetap dijaga di tengah tantangan geopolitik global.
Oleh sebab itu, Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 disusun untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan.
Purbaya memastikan bawah APBN tidak sekedar menjadi dokumen keuangan negara, tetapi instrumen untuk memastikan kehadiran negara dalam melindungi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan.
"APBN bukan sekadar angka dan dokumen keuangan negara. APBN adalah alat perjuangan untuk memastikan negara hadir, melindungi rakyat, dan mewujudkan kehidupan yang lebih baik," kata Purbaya.
Menurutnya, APBN juga memiliki fungsi sebagai shock absorber untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional dan daya beli masyarakat. Selain itu, APBN berfungsi sebagai instrumen countercyclical untuk mendorong perekonomian domestik dan mendukung agenda prioritas pembangunan.
"APBN juga dirancang sebagai katalis pembangunan agar mampu memberikan dampak yang nyata bagi upaya penurunan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.
(ldy/ins)