Venezuela: Kesepakatan Minyak dengan AS Berlaku Selama 25 Tahun

CNN Indonesia
Minggu, 30 Agu 2026 19:05 WIB
Presiden interim Venezuela, Delcy Rodriguez, mengatakan kesepakatan minyak dengan AS berlaku 25 tahun dan targetkan produksi harian melampaui 1,5 juta barel. (AFP/PEDRO MATTEY)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden interim Venezuela, Delcy Rodriguez, mengatakan kesepakatan minyak yang dicapai dengan Amerika Serikat akan berlaku selama 25 tahun. Venezuela pun menargetkan produksi minyak harian melampaui 1,5 juta barel.

Rodriguez menyebut kesepakatan tersebut sebagai perjanjian 'bersejarah' yang diharapkan menjadi motor pemulihan ekonomi Venezuela. Pada Sabtu (29/8), Rodriguez menjelaskan pemerintah menargetkan produksi minyak nasional meningkat signifikan melalui kerja sama itu.

Ia juga menyatakan masih ingin memperluas kesepakatan serupa dengan sejumlah perusahaan energi besar dunia.

"Tujuan kami adalah melangkah lebih jauh dengan penandatanganan kesepakatan besar lainnya yang melibatkan perusahaan raksasa seperti Chevron, Repsol, Eni, Shell, dan BP. Kami ingin menjadi kekuatan energi," kata Rodriguez, dilansir Anadolu Agency.

Ia menambahkan, secara konkret sekitar 19 dolar AS dari setiap barel yang diproduksi dan dijual akan langsung masuk ke kas negara.

Dengan asumsi harga minyak sebesar 65 dolar AS per barel, Rodriguez memperkirakan negara itu bisa menghasilkan pendapatan hingga 209,335 miliar dolar AS dari proyek tersebut.

Rodriguez menjelaskan, proyek itu mencakup pengembangan delapan ladang minyak mentah di Sabuk Minyak Orinoco. Kawasan tersebut membentang lebih dari 55 ribu kilometer persegi di wilayah timur dan timur-tengah Venezuela.

Kesepakatan tersebut juga memuat skema royalti minimal 16 persen dan pajak penghasilan sebesar 34 persen. Rodriguez meyakini ketentuan tersebut akan mempercepat pemulihan ekonomi Venezuela yang terdampak berat oleh sanksi internasional.

Ia turut menyampaikan terima kasih kepada Presiden AS Donald Trump dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio atas upaya mencapai kesepakatan itu.

Dalam perjanjian tersebut, Rodriguez menegaskan Venezuela tetap mempertahankan kepemilikan dan kedaulatan atas sumber daya alamnya.

"Harus sangat jelas bahwa Venezuela tetap memiliki kepemilikan dan kedaulatan atas sumber dayanya," ucapnya.

Ia juga mengatakan pihak AS akan menyediakan modal, teknologi, dan kemampuan operasional untuk mempercepat pemulihan sektor minyak strategis Venezuela.

Pemerintah Venezuela sendiri berjanji akan bersikap transparan kepada publik terkait investasi, produksi, penerimaan negara, dan syarat bagi para operator.

Sebelumnya, Trump pada Jumat (28/8) mengatakan AS telah memfinalisasi kesepakatan dengan Venezuela untuk mengamankan kendali mayoritas atas lebih dari 65 miliar barel cadangan minyak.

Dalam unggahan di media sosial Truth Social, Trump menyebut perjanjian itu sebagai "kesepakatan minyak terbesar dalam sejarah dunia."

Trump mengeklaim kesepakatan itu disusun lewat kemitraan dengan sektor swasta tanpa membebani pembayar pajak AS. Ia juga menyebut transaksi tersebut akan menekan harga bensin dalam jangka panjang sekaligus mendorong kemakmuran Venezuela.

Rubio turut menyebut kesepakatan itu sebagai kemenangan besar bagi kedua negara dan diperkirakan menarik hampir 100 miliar dolar AS investasi swasta ke Venezuela.

(rti)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK