Danantara Kebut Merger BUMN Karya Rampung Tahun Ini

CNN Indonesia
Selasa, 01 Sep 2026 04:45 WIB
Danantara mempercepat merger BUMN Karya untuk menyelamatkan perusahaan konstruksi. COO Dony Oskaria ungkap tantangan dan proses restrukturisasi yang hati-hati. (FOTO:CNN Indonesia/ Laurent Nabila).
Jakarta, CNN Indonesia --

Danantara Indonesia tengah mempercepat proses penggabungan atau merger sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya. Langkah konsolidasi besar-besaran ini ditargetkan dapat rampung sepenuhnya pada tahun ini.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria mengatakan hingga saat ini belum ada keputusan resmi terkait entitas BUMN Karya mana yang akan dipertahankan setelah konsolidasi selesai.

Hal itu termasuk kepastian apakah entitas utama yang bertahan nantinya adalah PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT PP (Persero) Tbk, atau yang lainnya.

"Belum ditentukan. Belum pasti Adhi, PP, dan lain sebagainya. Kita akan lihat," ujar Dony ketika ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/8).

Ia menegaskan upaya konsolidasi ini dibutuhkan guna menyelamatkan dan menyehatkan kembali perusahaan-perusahaan pelat merah di sektor konstruksi.

"Yang penting itu adalah akan terjadi konsolidasi daripada perusahaan karya. Kita dalam langkah proses penyelamatan dan penyehatan," ujar Dony.

Dony pernah mengungkap bagaimana proses restrukturisasi BUMN Karya ini dihadapi oleh sejumlah kesulitan.

Menurut dia, permasalahan yang membelit perusahaan-perusahaan pelat merah tersebut cukup luas.

Permasalahan itu meliputi tumpukan utang yang sangat besar mencapai ratusan triliun rupiah. Selain itu, anak perusahaan satu BUMN Karya yang bisa mencapai puluhan hingga menyentuh level cucu perusahaan juga ikut bermasalah.

Jika Danantara ingin mengambil langkah instan tanpa memikirkan pihak-pihak yang terdampak, Dony menyebut penyelesaiannya bisa dilakukan secara mudah.

Perusahaan bisa saja langsung melakukan merger, memailitkan perusahaan, dan sebagainya. Namun, Danantara juga memikirkan dampaknya terhadap ekosistem, sehingga proses restrukturisasi ini harus dilakukan sangat hati-hati.

"Inilah yang memakan waktu yang juga masyarakat harus tahu bahwa problem ini kan sudah cukup lama dan besar. Inilah yang satu per satu (diselesaikannya)," ujar Dony ketika ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (18/8).

(dhz/ins)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK