KAI Targetkan Travelator Stasiun Karet-BNI City Rampung Akhir 2026

CNN Indonesia
Selasa, 01 Sep 2026 17:50 WIB
KAI menargetkan pembangunan travelator atau eskalator datar yang mengintegrasikan Stasiun KRL Karet dan BNI City bakal rampung akhir 2026. Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/ Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menargetkan pembangunan travelator atau eskalator datar yang mengintegrasikan Stasiun KRL Karet dan BNI City bakal rampung akhir 2026.

Saat ditanya awak media kapan travelator itu selesai, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menjawab pembangunan itu direncanakan bakal rampung dalam 70 hari sejak penutupan Stasiun KRL Karet pada 1 September 2026.

"70 hari pokoknya," jawab Bobby saat ditemui usai acara Penyerahan 30 Sertipikat Hak Milik Rumah Cahaya kepada Pahlawan Terlupakan di Menara 2 BTN, Jakarta Selatan, Senin (31/8).

Dalam kesempatan sama, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan rencana pembangunan travelator itu diharapkan dapat rampung pada pertengahan November.

"Dua bulan lah kalau 70 hari. Ya, pertengahan November," kata Dudy

Dudy menyampaikan penutupan Stasiun KRL Karet pada 1 September 2026 berkaitan dengan rencana perbaikan agar pengguna KRL dapat lebih nyaman ke depannya.

"Rencananya kan (Stasiun KRL Karet) mau kita perbaiki nanti supaya masyarakat pengguna bisa jadi lebih nyaman lagi," kata Dudy.

Sebelumnya, KAI telah mengungkap rencana bakal mengintegrasikan Stasiun KRL Karet dan Stasiun KRL BNI City dengan membuat travelator atau eskalator datar.

Bobby menyampaikan jarak kedua stasiun tersebut sangat berdekatan, yakni hanya 150 meter. Ia menilai jarak yang berdekatan tersebut meningkatkan risiko kecelakaan menjadi cukup tinggi.

"Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City ini jaraknya cuma 150 meter, jadi kereta jalan, habis itu ngerem lagi. Dan risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas di Stasiun Karet ini cukup tinggi," ujar Bobby dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Rabu (3/6).

Bobby membeberkan nantinya Stasiun KRL Karet akan dibuat menjadi selasar dengan dilengkapi travelator. Dengan begitu, kegiatan tap in dan tap out akan dilakukan di stasiun KRL BNI City.

"Sehingga rencananya nanti Stasiun Karet ini kita hanya akan bikinkan dia kayak selasar. Nanti kita demi kenyamanan penumpang juga nanti kita akan bikinkan travelator," ungkapnya.

Integrasi Stasiun KRL Karet dengan Stasiun KRL BNI City merupakan bagian dari proyek Transit Oriented Development (TOD) di wilayah Dukuh Atas yang ditargetkan beres pada 2027.

Harapannya, berbagai moda transportasi, seperti LRT, MRT, KRL, dan Kereta Bandara dapat terintegrasi dalam satu lokasi. Adapun awalnya penggabungan Stasiun KRL Karet dengan Stasiun KRL BNI City ditargetkan selesai pada Desember 2025, tetapi hingga saat ini belum terealisasi.

Diketahui, Stasiun Karet ditutup per 1 September 2026. Penumpang KRL yang naik dan turun di stasiun ini bakal dialihkan ke Stasiun BNI City. Penutupan Stasiun Karet tersebut seiring dimulainya penggabungan kedua stasiun.

Direktur Utama KAI Commuter Purnomo Sidi mengatakan integrasi tersebut untuk membuat perjalanan pelanggan lebih aman dan lebih nyaman.

"Selama proses pekerjaan integrasi ini disiapkan dengan prinsip kehati-hatian karena Stasiun Karet telah menjadi bagian dari aktivitas harian pengguna Commuter Line dan masyarakat sekitar stasiun," ujar Purnomo dalam keterangan resmi, Sabtu (29/8).

Purnomo mengatakan pekerjaan proses integrasi Stasiun Karet dan Stasiun BNI City dilakukan mulai 1 September hingga 31 Desember 2026.

"Selama proses pekerjaan tersebut, layanan naik dan turun pengguna Commuter Line dialihkan ke Stasiun Sudirman Baru/BNI City," imbuhnya.

(fln/pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK