RI Jajaki Bangun Pabrik Pupuk di Rusia

CNN Indonesia
Sabtu, 05 Sep 2026 11:05 WIB
Rosan membuka peluang PT Pupuk Indonesia berinvestasi membangun pabrik urea di Vladivostok, Rusia. Rencana itu masih di tahap kajian. (Foto: ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani membuka peluang PT Pupuk Indonesia (Persero) berinvestasi membangun pabrik urea di Vladivostok, Rusia.

Rencana tersebut kini masih berada pada tahap kajian setelah Pupuk Indonesia dan perusahaan kimia Rusia, Ruschem, menandatangani perjanjian joint study untuk melihat potensi pengembangan pabrik pupuk urea di Vladivostok.

Rosan mengatakan kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok. Pembahasan mencakup sejumlah sektor, mulai dari pertanian, sumber daya manusia, mineral, hingga pertahanan.

"Dengan kami, saya tadi dengan bersama-sama dengan Dirut Pupuk Indonesia (Rahmad Pribadi), kita baru saja menandatangani joint study untuk melihat potensi dari Pupuk Indonesia berinvestasi di Vladivostok ini untuk pupuk urea ya," kata Rosan dalam keterangan pers di Vladivostok, Rusia, Jumat (4/9).

Menurut Rosan, kajian tersebut akan melihat potensi investasi Pupuk Indonesia bersama Ruschem untuk pengembangan industri pupuk urea di Vladivostok. Ia mengatakan kinerja Pupuk Indonesia yang dinilai semakin efisien menjadi salah satu pertimbangan untuk melihat peluang ekspansi tersebut.

"Karena kalau kita lihat dari Pupuk Indonesia ini performance-nya makin lama makin bagus, makin efisien, sehingga mempunyai potensi yang sangat besar untuk berinvestasi di Vladivostok ini dan dengan pihak Ruschem," ujarnya.

Bos Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia itu mengatakan rencana investasi tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus industri Indonesia.

"Dan diharapkan ini menjadi salah satu langkah strategis yang bisa memperkuat juga dari sektor ketahanan pangan kita dan juga ketahanan apa, industri kita," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan joint study tersebut dilakukan untuk melihat lebih jauh potensi pengembangan pabrik urea di Vladivostok.

Ia mengatakan rencana ekspansi tersebut sejalan dengan arahan Danantara agar Pupuk Indonesia memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus memperluas ekspansi bisnis ke pasar global.

"Sesuai dengan arahan dari Danantara untuk Pupuk Indonesia bisa semakin memperkuat ketahanan pangan nasional dan juga memperluas ekspansi global, maka pada hari ini tadi kita menandatangani perjanjian MoU untuk joint study melihat potensi pengembangan pabrik urea di Vladivostok ini," imbuh Rahmad.

Menurut Rahmad, lokasi Vladivostok menjadi salah satu pertimbangan karena wilayah tersebut berada di kawasan yang menghadap Samudra Pasifik. Posisi tersebut dinilai relevan dengan pasar utama Pupuk Indonesia selama ini.

"Dan ini menjadi menarik karena Vladivostok adalah menghadap ke (Samudra) Pasifik, pasar yang selama ini memang menjadi pasar utama Pupuk Indonesia," ucapnya.

(del/pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK