Antisipasi Kenaikan Harga, Bulog Gelar Operasi Pasar di 113 Titik
Perum Bulog melakukan operasi pasar atau gerakan pangan murah secara serentak di 113 titik di Indonesia. Salah satunya, pasar Jatinegera, Jakarta Timur.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan operasi pasar dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan harga menjelang akhir tahun.
Menurutnya, kepala pimpinan cabang Perum Bulog di berbagai kabupaten/kota juga ikut turun ke lapangan dan akan melaksanakan rapat online dan langsung melaporkan kondisi harga di wilayah masing-masing.
"Kami perintahkan lebih dari 500 pimpinan cabang kami melaksanakan zoom di pasar, tujuannya untuk melaksanakan operasi pasar hari ini, yaitu untuk mencegah kenaikan inflasi, baik harga beras sendiri, minyak, gula, bahkan dengan sembako lainnya," ujar Rizal usai Operasi Pasar di Pasar Jatinegara, Sabtu (5/9).
Dalam operasi pasar ini, ada lima komoditas yang dijual dengan harga seragam di seluruh Indonesia. Beras SPHP kemasan 5 kilogram (kg) senilai Rp62.500 dan beras premium 5 kg senilai Rp74.500.
Kemudian, minyak goreng MinyaKita 1 liter seharga Rp15.700, gula putih ManisKita sebesar Rp17 ribu per kg dan Terigu Stupa sebesar Rp12 ribu per kg.
"Sekaligus kita bersinergi dengan Satgas Pangan untuk mendeteksi apabila ada kenaikan-kenaikan harga yang tidak wajar, maka nanti akan langsung ditindaklanjuti oleh adik-adik dari Satgas Pangan," jelasnya.
Sementara itu, menanggapi langkanya beras premium di pasaran, Bulog telah berkoordinasi dengan ritel modern. Di mana terjalin komitmen pembelian 110 ribu ton beras.
"Kita sudah berkomitmen dan akan menyalurkan dalam waktu dekat, totalnya adalah mencapai 110.000 ton. Satu bulan ini. Satu bulan ini akan kami gelontorkan 110.000 ton, yang mana 75.000 ton adalah beras premium," pungkasnya.
(ldy/mik)