Penyeberangan Merak-Bakauheni Normal di Tengah Erupsi Anak Krakatau
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang saat ini berada pada Level III (Siaga).
Berdasarkan laporan teknis terbaru, aktivitas erupsi menerus masih berlangsung dan potensi ancaman bahaya saat ini berasal dari aliran lava yang dapat disertai lontaran batu pijar.
Sehubungan dengan kondisi tersebut Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry Windy Adale mengatakan bahwa operasional layanan penyeberangan pada lintasan Merak-Bakauheni hingga saat ini masih berjalan normal.
Ia mengatakan cabang Merak dan Cabang Bakauheni tetap melayani pengguna jasa sesuai ketentuan operasional yang berlaku, dengan terus memperhatikan perkembangan kondisi cuaca, perairan, serta aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Lihat Juga :LAMPUNG FINANCIAL FESTIVAL Cerita Zulhas Sudah Punya Penghasilan Rp1 M per Bulan di 1985 |
Untuk memastikan keselamatan dan kelancaran layanan, ia mengatakan Cabang Merak dan Bakauheni secara intensif melakukan pemantauan situasi di lapangan serta berkoordinasi dengan instansi terkait.
"Setiap perkembangan informasi dari otoritas berwenang menjadi perhatian dalam menentukan langkah operasional yang diperlukan," katanya dalam keterangan yang diterima CNNIndonesia.com, Sabtu (5/9).
ASDP mengimbau seluruh pengguna jasa yang akan melakukan perjalanan melalui lintasan Merak-Bakauheni untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi terkait layanan penyeberangan. Pengguna jasa juga diharapkan memperhatikan arahan petugas di lapangan serta melakukan perjalanan sesuai ketentuan yang berlaku.
Untuk memperoleh informasi terbaru terkait layanan penyeberangan, kondisi operasional, maupun bantuan perjalanan, pengguna jasa dapat menghubungi Contact Center ASDP 191.
"ASDP akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Apabila terdapat perubahan kondisi yang berpotensi memengaruhi keselamatan pelayaran maupun kelancaran layanan, perusahaan akan melakukan penyesuaian operasional sesuai rekomendasi dan arahan dari instansi berwenang," katanya.
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami erupsi pada Sabtu (5/9) pukul 00.01 WIB.
Berdasarkan catatan dari Magma Indonesia milik Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), ini merupakan aktivitas vulkanik terbaru Gunung Anak Krakatau.
"Terjadi erupsi G. Anak Krakatau pada hari Sabtu, 05 September 2026, pukul 00:01 WIB," tulis laporan tersebut.
"Tinggi kolom erupsi tidak teramati. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung."
Dalam lanjutan keterangan di situs yang sama direkomendasikan agar masyarakat, pengunjung, wisatawan, atau pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radus 3 kilometer dari kawah aktif.
Magma juga mencatat Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi sejak Jumat (4/9).