REKOMENDASI SAHAM

Deret Saham Berpotensi Cuan di Pekan Rawan Koreksi

Dela Naufalia Fitriyani | CNN Indonesia
Senin, 07 Sep 2026 07:25 WIB
IHSG diproyeksi rawan mengalami koreksi dalam sepekan ke depan. Pergerakan pasar dipengaruhi erang AS-Iran hingga kondisi cadangan devisa RI. (Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta, CNN Indonesia --

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 31,41 poin atau minus 0,47 persen di level 6.636 pada Jumat (4/9) silam.

Investor melakukan transaksi sebesar Rp15,04 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 35,80 miliar saham.

Dalam sepekan terakhir, indeks saham menguat selama tiga hari. Sementara di dua hari sisanya melemah. Tak heran, performa indeks tercatat menguat 1,82 persen sepanjang pekan kemarin.

Senada, P H Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Aulia Noviana Utami Putri mengatakan selama periode tanggal 31 Agustus sampai dengan 4 September 2026 perdagangan saham ditutup positif.

Tercatat, kapitalisasi pasar bursa mengalami peningkatan sebesar 1,47 persen dari Rp11.431 triliun menjadi Rp11.599 triliun pada pekan lalu. Senada, rata-rata volume transaksi harian turut mengalami peningkatan sebesar 35,9 persen dari 36,05 miliar menjadi 48,99 miliar lembar saham.

Kemudian, rata-rata nilai transaksi harian juga mengalami meningkat 25,75 persen dari Rp15,29 triliun menjadi Rp19,22 triliun.

Lalu, rata-rata frekuensi transaksi harian turut meningkat sebesar 10,93 persen dari 2,15 juta kali transaksi menjadi 2,39 juta kali transaksi pada penutupan pekan lalu.

"Dari sisi investor asing, nilai jual bersih tercatat mencapai Rp29,76 miliar dan sepanjang tahun 2026 investor asing telah mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp68,05 triliun," katanya dalam keterangan resmi, Jumat (4/9).

Lantas seperti apa proyeksi pergerakan IHSG untuk sepekan ke depan?

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi memperkirakan indeks saham pada perdagangan hari ini, Senin (7/9), akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah terbatas. IHSG diproyeksikan bergerak dalam rentang support 6.575 dan resistance 6.718.

"Pasar akan dipengaruhi oleh berlanjutnya tensi tinggi antara AS dan Iran serta penantian rilis data cadangan devisa dari dalam negeri," kata Oktavianus kepada CNNIndonesia.com, Minggu (6/9).

Menurut Audi, tensi antara AS dan Iran masih menjadi perhatian pasar, terlebih setelah Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan belum ada pembicaraan damai hingga Iran menghentikan serangan terhadap kapal yang melintas di Selat Hormuz.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan kekhawatiran investor sekaligus mendorong kenaikan harga minyak mentah.

Dari dalam negeri, investor juga akan mencermati rilis data cadangan devisa. Cadangan devisa diperkirakan masih mencatat surplus, meski trennya terus menurun sejak awal tahun. Audi memperkirakan kondisi tersebut akan direspons secara moderat oleh pasar.

Berdasarkan analisis teknikal, Oktavianus pun merekomendasikan beberapa saham yang bisa dikoleksi. Pertama, saham PT Petrosea Tbk atau PTRO yang ditutup menguat 2,87 persen ke posisi 5.375 pada pekan lalu. Oktavianus memproyeksi PTRO dapat menyentuh level 5.950 pada pekan ini.

Kedua, saham PT Timah (Persero) Tbk atau TINS yang ditutup menguat 8,07 persen ke posisi 4.420 pekan lalu. Oktavianus memproyeksi TINS dapat menyentuh level 4.720 pada pekan ini.

Sementara itu, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih rawan mengalami koreksi dalam sepekan ke depan. IHSG diproyeksikan bergerak dengan level support 6.337 dan resistance 6.786.

"Pergerakan IHSG sepekan ke depan akan dipengaruhi oleh rilis data CPI dan PPI, eskalasi konflik Timur Tengah, serta pergerakan rupiah dan cadangan devisa," kata Herditya.

Menurut Herditya, data Consumer Price Index (CPI) dan Producer Price Index (PPI) AS akan menjadi perhatian karena dapat menentukan arah kebijakan suku bunga The Fed selanjutnya. Jika inflasi menunjukkan tren melandai, The Fed diperkirakan cenderung mempertahankan suku bunga atau hold.

Sentimen lain yang perlu dicermati adalah eskalasi konflik di Timur Tengah yang berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dunia. Dari dalam negeri, investor juga akan memperhatikan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang masih berpeluang menguat, serta rilis data cadangan devisa.

Ia pun menyarankan investor dapat mencermati beberapa saham dari emiten ia rekomendasikan. Herditya pun merekomendasikan saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk atau AMRT yang ditutup di level 1.310 pada pekan lalu. Ia memproyeksi AMRT dapat menyentuh level 1.365 pada pekan ini.

Kemudian, Herditya pun merekomendasikan saham PT Elnusa Tbk atau ELSA yang ditutup di level 730 pada pekan lalu. Ia memproyeksi ELSA dapat menyentuh level 830 pada pekan ini.

Lalu, Herditya juga merekomendasikan saham PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS yang ditutup menguat 0,42 persen ke level 1.185 pada pekan lalu. Ia memproyeksikan SSMS dapat menyentuh level 1.365 pada pekan ini.

Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

(pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK