Garuda Batalkan Penerbangan Jakarta, Bandung, dan Lampung Hari Ini
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk batalkan seluruh penerbangan dari dan menuju Jakarta, Bandung, dan Lampung pada Senin (7/9) hingga pukul 24.00 WIB. Kebijakan itu dilakukan imbas sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang berdampak terhadap operasional penerbangan.
Kementerian Perhubungan sebelumnya memperpanjang penutupan sejumlah bandara yang terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Pemerintah menyatakan keselamatan penerbangan menjadi pertimbangan utama dalam keputusan penutupan tersebut.
Tiga bandara yang terdampak penutupan sementara yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Jakarta, Bandara Husein Sastranegara di Bandung, dan Bandara Radin Inten II di Lampung.
Lihat Juga :ERUPSI ANAK KRAKATAU Penerbangan Internasional ke Soetta Dialihkan ke 5 Bandara Alternatif |
Garuda menyatakan penerbangan yang dijadwalkan setelah pukul 24.00 WIB akan kembali dilayani secara bertahap.
Pengoperasian penerbangan menunggu masing-masing bandara dinyatakan dapat beroperasi.
"Pelaksanaannya tetap mengacu pada perkembangan situasi, arahan otoritas, dan pemenuhan seluruh persyaratan keselamatan," keterangan Garuda Indonesia di Sosial Media.
Bagi penumpang yang penerbangannya terdampak, perseroan telah menyediakan pilihan perubahan jadwal atau pengembalian dana penuh (full refund) sesuai ketentuan yang berlaku.
Penumpang dapat memeriksa status penerbangan melalui kanal pemesanan tiket, media sosial resmi Garuda Indonesia, atau contact center Garuda Indonesia.
Untuk pengajuan perubahan jadwal dan full refund dapat dilakukan melalui sales office Garuda Indonesia terdekat. Sementara tiket yang dibeli melalui agen perjalanan atau platform pemesanan online dapat diproses melalui kanal tempat tiket dibeli.
Sementara itu, BMKG terus memperbarui informasi terkait erupsi dan dinamika sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang dapat memengaruhi kondisi penerbangan.
Dampak erupsi juga dirasakan pada aktivitas penerbangan secara lebih luas. Sejumlah bandara di wilayah terdampak harus menghentikan sementara operasional penerbangan akibat sebaran abu vulkanik.
Sekitar 2.300 penerbangan dilaporkan terdampak dan lebih dari 270 ribu penumpang terkena imbas gangguan penerbangan tersebut.
(lil/ins)